Nasional

IAF 2024: Negara-Negara Afrika Pelajari Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

1029
×

IAF 2024: Negara-Negara Afrika Pelajari Tata Kelola Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
IAF 2024: Negara-Negara Afrika Belajar Tata Kelola Pariwisata dari Indonesia

Badung, korankabarnusantara.co.id – Sejumlah negara Afrika, termasuk Aljazair, Sudan, dan Maroko, menunjukkan minat tinggi untuk mempelajari pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) serta pengelolaan MICE (Meeting, Incentives, Convention, and Exhibition) di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Martini Mohamad Paham, dalam Konferensi Pers terkait High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) dan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 Joint Leaders Session 2024 yang berlangsung di Media Center, Nusa Dua, Bali, Selasa (3/9/2024).

Minat Afrika Selatan dalam Pengelolaan MICE

Afrika Selatan menyatakan ketertarikannya untuk belajar pengelolaan MICE dari Indonesia, mengingat negara tersebut akan menjadi tuan rumah Presidensi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2025. Mereka ingin mengadopsi keberhasilan Indonesia dalam menyelenggarakan KTT G20 pada tahun 2022. Martini menyatakan, “Afrika Selatan melihat Indonesia sebagai contoh dalam mengelola acara internasional besar dengan sukses.”

Pengakuan PBB terhadap Ekonomi Kreatif Indonesia

Martini juga mengungkapkan bahwa inisiatif Indonesia terkait ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan telah diterima oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Usulan ini didukung oleh 59 negara, termasuk negara-negara Afrika, dan menjadi resolusi PBB pertama yang secara khusus membahas ekonomi kreatif. “Dengan diterimanya usulan ini, PBB memberikan perhatian lebih terhadap ekonomi kreatif. Setiap negara akan memberikan laporan terkait perkembangan ekonomi kreatif kepada PBB,” ujar Martini.

Kerja Sama Bilateral dengan Zanzibar

Dalam pertemuan bilateral Forum Indonesia-Afrika (IAF) ke-2, Kemenparekraf dan Zanzibar sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pariwisata. Presiden Zanzibar, Hussein Ali Mwinyi, menyampaikan keinginannya kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, untuk segera merealisasikan beberapa kesepakatan, salah satunya adalah pengiriman mahasiswa dari Zanzibar ke Indonesia untuk belajar pengembangan pariwisata, khususnya di bidang hospitality.

Pendidikan Pariwisata untuk Zanzibar

Indonesia akan menerima mahasiswa-mahasiswa dari Afrika untuk belajar di Politeknik Pariwisata di Bali. “Ini adalah peluang besar karena 30 persen ekonomi Zanzibar ditopang oleh sektor pariwisata,” kata Martini. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa Afrika dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

Komitmen Pemerintah dalam Kerja Sama Selatan-Selatan

Sehari sebelumnya, pada Senin (2/9/2024), Kemenparekraf melalui Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menghadiri High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF-MSP) 2024 dan Indonesia-Africa Forum (IAF) ke-2 Joint Leaders Session 2024 di Nusa Dua, Bali. Sandiaga mengungkapkan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam pembangunan ekonomi kreatif berkelanjutan, membuka peluang baru bagi kerja sama internasional, dan berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kerja sama antara Indonesia dan negara-negara Afrika dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif menunjukkan komitmen bersama untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Dengan dukungan dari PBB dan inisiatif-inisiatif strategis, diharapkan kolaborasi ini akan membawa manfaat signifikan bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

(Mar)