Kabar KPK

Diduga Suap Awak Media Rp 250 Juta, Kepala Kampung Duta Yoso Mulyo Diduga Hentikan Pemeriksaan Kejari Menggala

1607
×

Diduga Suap Awak Media Rp 250 Juta, Kepala Kampung Duta Yoso Mulyo Diduga Hentikan Pemeriksaan Kejari Menggala

Sebarkan artikel ini

Tulang Bawang, korankabarnusantara.co.id – Skandal dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) kembali mencuat di Tulang Bawang. Nama Kepala Kampung Duta Yoso Mulyo, Sutari Marsono, terseret dalam pusaran kasus yang kini tengah diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala.

Sutari Marsono, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan PKBM Rawa Indah, diduga berupaya menghentikan proses pemeriksaan hukum dengan menyuap awak media. Informasi yang dihimpun tim redaksi mengungkapkan bahwa ia menawarkan sebidang tanah seluas satu hektare senilai sekitar Rp 250 juta kepada pihak media, dengan imbalan agar pemberitaan tentang dirinya dihentikan dan proses hukum tidak dilanjutkan.

Dugaan upaya suap ini disampaikan melalui seorang perantara, yang disebut-sebut menerima instruksi langsung dari Sutari Marsono. Dia kemudian menyampaikan penawaran tersebut kepada Joni Putra, Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) media korankabarnusantara.co.id.

“Instruksinya jelas, agar kasus ini tidak lagi diberitakan dan bisa ‘redam’ dari proses hukum,” ungkap sumber media.

Kasus ini memperpanjang daftar dugaan korupsi dana BOP PKBM di Tulang Bawang. Sebelumnya, Kejari Menggala telah menetapkan Paijo, Ketua PKBM Raden Intan, sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana BOP senilai lebih dari Rp700 juta. Namun, sejak penahanan Paijo pada Oktober 2024, belum ada perkembangan signifikan dalam pengusutan kasus tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kasi Intelijen Kejari Tulang Bawang, Rachmad Djati Waluya, menyatakan bahwa penyelidikan terhadap Sutari Marsono masih berjalan dan masih banyak keterangan yang perlu dikumpulkan.

“Kami menunggu tindakan nyata dari Kejari. Jangan sampai penegakan hukum di Tulang Bawang dianggap tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.

(Joni)