Cirebon, korankabarnusantara.co.id – Perhelatan Musyawarah Nasional (MUNAS) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) berlangsung 9 – 12 April 2026 di Jakarta, merupakan momentum krusial yang menegaskan komitmen pada restrukturisasi pengurus, peningkatan prestasi di forum internasional, pelestarian warisan budaya serta integritas organisasi. Fase strategis itu menandai berachirnya kiprah pengabdian yang panjang Presidenn Prabowo Subianto sebagai nahkoda organisasi pencak silat Indonesia selama 34 tahun, menjabat Wakil Ketua dan Ketua Umum PB. IPSI.
Namun, oleh karena lebih mengutamakan pilihan fokus sepenuhnya pada tugas negara dan tanggung jawab sebagai Presiden, maka posisinya digantikan Sugiono, Mentri Luar Negeri yang secara aklamasi terpilih dalam forum tertingg MUNAS sebagai Ketua Umum PB. IPSI periode 2026 – 2030. Proses peralihan tersebut memiliki makna strategis untuk menjamin visi keberlanjutan organisasi dan internasionalisasi apencak silat konteknya sebagai media diplomasi budaya, sementara secara simbolis memiliki makna mendalam konteksnya dengan estafet kepemimpinan berbasis loyalitas dan kepercayaan, yang mengisyaratkan bahwa pengurus baru PB IPSI di bawah komando Sugiono akan melanjutkan program rintisan atau gagasan Prabowo Subianto, utamanya terkait pengembangan pencak silat dengan fokus menembus ajang Olimpiade.
Harus diakui bahwa pencak silat dan IPSI identik, melekat dengan nama Prabowo Subianto dan Eddie M Nalapraya, keduanya telah menorehkan prestasi melalui upaya transformasi dan modernisasi, yaitu mengubah persepsi yang berakar dari masyarakat bahwa pencak silat distigmatisasi sebagai budaya marjinal, “kampungan” dan tertinggal, kemudian menjelma menjadi budaya mainstream atau budaya unggulan serta telah di pertandingkan di tingkat internasional sebagai olahraga prestasi bergengsi. Pun perintisan dari Mr. Wongsonegoro “Founding Father” IPSI, berperan menasionalisasi pencak silat melalui upaya penyatuan berbagai aliran pencak silat yang tersebar di jagat Nusantara, kemudian era Tjokropranolo dalam kontribusinya memperkuat penyatuan organisasi dan perint.

Aspek historis organisasi IPSI dalam konteks membaca ulang tata kelola pencak silat sangat krusial, terutama agar orientasi program tidak hanya berfokus melulu pada pencapaian aspek olahraga prestasi, tetapi pentingnya menjaga keseimbangan atau kesetaraan program merawat akar tradisi pencak silat serta nilai nilai luhurnya. Meski transformasi menuntut IPSI menjadi organisasi olahraga, tidak seharusnya melupakan sejarah pendirian yang menunjukan upaya sadar penyatuan berbagai ragam aliran pencak silat di Indonesia dalam suatu wadah terstruktur pasca kemerdekaan, tujuan utamanya adalah mengkoordinasikan kegiatan pelestarian dan pengembangan berlandaskan pada spirit bela negara. kemanusiaan, persaudaraan dan kesetiakawanan.
Penghormatan terhadap nilai Membaca ulang tata kelola pencak silat menjadi sangat penting, karena diperlukan untuk menjawab tantangan agenda strategis pasca MUNAS IPSI 2026, mengusung tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade”, menarasikan spirit konsolidasi internal organisasi, standarisasi internasional dan akselerasi pencak silat menuju Olimpiade. Agenda utama membidik Olimpiade, melalui penguatan kualitas pembinaan atlet, perluasan event di tingkat internasional dan pemanfaatan instrumen diplomasi budaya, yang mendorong IPSI akan menerbitkan Intruksi Presiden (Inpres), suatu Langkah progresif yang dirancang untuk mengatasi kendala struktural dalam pengembangan pencak silat. Inpres terkait pencak silat merupakan isu lama yang kembali menguat dan bergulir di kalangan pegiat.
Membaca ulang tata kelola pencak silat, melalui usulan penerbitan Inpres percepatan pelestarian dan pengembangan pencak silat, diharapkan menjadi “oasis” di tengah dilema atau polemik klasik pencak silat selama ini. Penghormatan dan penghargaan yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada Prabowo Subianto atas peran, dedikasi dan pengabdiannya terhadap pencak silat, selamat datang kepada Ketua Umum PB IPSI terpilih Sugiono di Kawah Candradimuka pencak silat.
(Wahdat MY/ Pegiat Pencak Silat)













