Nasional

Lokakarya Temu Pendekar MASPI 2026, Spirit Merayakan Keberagaman Celebrate Diversity

24
×

Lokakarya Temu Pendekar MASPI 2026, Spirit Merayakan Keberagaman Celebrate Diversity

Sebarkan artikel ini
Lokakarya Temu Pendekar MASPI 2026, Spirit Merayakan Keberagaman Celebrate Diversity

Jakarta, korankabarnusantara.co.id – Konsistensi Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI) yang mengusung event khasnya bertajuk “Temu Pendekar”, merupakan suatu perhelatan festival berbasis pencak silat tradisi dengan tujuan pelestarian, peningkatan prestasi budaya dan apresiasi, serta tetap mengutamakan tujuan sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan sesama pegiat khususnya praktisi pencak silat tradisi.

Sejak Temu Pendekar yang pertama (2015) sampai dengan Temu Pendekar Virtual (2020), bentuk atau format festivalnya tidak bersifat kompetisi atau lomba, karena lebih imengutamakan selebrasi atau pencak silat sebagai seni pertunjukan “performing arts” yang menampilkan potensi keberagaman, seperti seni, ritual. spritual, adat istiadat dan ekspresi budaya lainnya, melalui suatu proses alur pengemasan atau penataan kolaboratif, tidak mengenal pemenang atau juara (ranking) seperti halnya yang berlaku di nomor prestasi maupun nomor Tunggal, Ganda dan Regu (festival), namun demikian capaian prestasinya akan diganjar “penyaji terbaik” tanpa jenjang (non ranking) sebagai bentuk penghargaan yang bersifat apresiatif. Konsep MASPI, merawat tradisi dengan prinsip kesetaraan. tanpa rivalitas. tanpa tanding, tetapi disandingkan, dan harmoni dalam keutuhan pencak silat.

Pokok pikiran itu mengemuka saat pelaksanaan kegiatan Lokakarya Temu Pendekar (LTP) MASPI 2026, mengusung Tema “Celebrate Diversity,” atau Merayakan Keberagaman, berlangsung Minggu 31 Mei 2026, bertempat di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Bandung. Selain diikuti 40 peserta utusan 20 perguruan silat, dihadiri juga oleh Lita Rahmiati, Sekretaris Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud, H. Mahfudz Abdurahman, Ketua Umum Pusat Komite Pencak Silat Tradisi (KPSTI) yang juga Anggota DPR RI Komisi 1, MH. Bahrul Hidayat, Ketua Harian KPSTI Jabar, Cece Muharam, Ketua IPSI Kota Bdg, Datuk Edwel, Dewan Pakar KPSTI, Abah Yayat Ketum KPSTI Banten, Gending Raspuzi dan Wahdat MY, Dewan Pendiri MASPI, Nanan Supriatna dan Amas Effendi, DM, Narsum, Irwansyah Inisiator KPSTI Sumsel, Abah Cakra Sesepuh KPSTI Banten, serta undangan lainnya.

Ketua Umum PP-KPSTI, H. Mahfudz, dalan sambutannya menyatakan bahwa pelestarian pencak silat tradisi, melalui kegiatan festival termasuk event Temu Pendekar yang digagas MASPI, terutama dalam spiritnya merayakan keberagaman, seyogyanya tidak hanya berorientasi pada prestasi berbasis kompetisi atau lomba semata, namun pentingnya menjaga keseimbangan melalui eksplorasi potensi dan keunggulan komparatif pencak silat tradisi yang sejalan dengan upaya KPSTI dalam melaksanakan program pelestarian berkelanjutan, pasca tradisi pencak silat diakui UNESCO.

Sementara itu dalam kesempatan membuka Lokakarya Temu Pendekar, Lita Rahmiati, Sesditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud, dalam sambutan pembukaan Lokakarya Temu Pendekar, menegaskan komitmen pemerintah dalam hal ini Kemenbud, untuk tetap hadir sebagai fasilitator dengan memberikan dukungan terkait program perlindungan warisan budaya tak benda atau nilai tradisi lainnya, seperti pencak silat agar tetap memiliki daya hidup, tidak punah atau tetap survival. Oleh karena itu, mendorong berbagai upaya pelestarian dan revitalisasi yang berkesinambungan,; termasuk dengan rencana MASPI yang akan mengadakan kegiatan unggulannya “Temu Pendekar” Nasional tahun 2027. Berharap, sinergitas dengan komunitas pegiat pencak silat tradisi dan perguruan silat lainnya dapat terus berlanjut.

Mengusung tema besar “Celebrate Diversity” atau Merayakan Keberagaman, Lokakarya Temu Pendekar MASPI, menyajikan narasumber dan materi bahasannya :
1. Nanan Supriatna. S. Sen, M.Hum, Dosen ISBI Bandung, “Pedoman/ Juknis Temu Pendekar 2027”
2. Wahdat. MY/ MASPI, “Pengemasan/Packaging Pencak Silat Tradisi
3. Amas Effendi, DM/ Praktisi Musik, ” Penataan Musik Pencak Silat Tradisi”
4. Ardee Revess, Moderator/ MASPI.

Suasana semarak, memukau dan menghibur dalam kegiatan Lokakarya MASPI, karena ditampilkannya demo atau penyajian pencak silat tradisi, di antaranya dengan tampilan khusus Buka Gelanggang oleh Gending Raspuzi, Sesepuh/Tokoh Pencak Silat Jawa Barat dari Komunitan Garis Paksi, paket garapan kolaborasi dari PS. Ciung Wanara, Pimpinan Iwa Kustiwa dan Ganda Putri
, dari PS. Si Macan Tutul, Pimpinan Een Suhaeni.

Meskipun Lokakarya fokus pada kegiatan sosialisasi Temu Pendekar, namun suasana silaturahmi dan kekeluargaan tampak lebih menguat, karena kerinduan dari para peserta yang terputus tanpa kegiatan sejak covid 2019/2020. Sebelum menutup acara, Ardee Revess Sekretaris Panitia/ MASPI menyampaikan permohonan maafnya karena tidak dapat mengakomodir lebih banyak peserta, mengingat terbatasnya kuota, namun demikian akan diupayakan lebih banyak lagi yang diundang pada saat pelaksanaan Temu Pendekar ke-5 Tahun 2027 mendatang. Kemudian mengakhiri Lokakarya Temu Pendejar MASPI 2026 dengan sesie photo bersama. Sampai jumpa di Temu Pendekar 2027.  (H. Asep Dedi/ Meydina. J)