Tulang Bawang, Lampung – Malam yang seharusnya tenang di Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, berubah menjadi panggung kelam praktik haram. Kamera investigasi media berhasil merekam fakta mencengangkan di SPBU Pertamina CODO 23.345-10 yang berlokasi di Jalan Rawajitu KM 30, Desa Sidoharjo, Penawar Tama, Kamis 28 Agustus 2025.
Pada Selasa malam, 26 Agustus 2025, sekira pukul 23.00 WIB, deretan truk Colt Diesel tampak leluasa mengantre di jalur pompa nomor 6. Bukan untuk kebutuhan masyarakat kecil, melainkan kuat dugaan sebagai bagian dari praktik pengecoran BBM subsidi jenis biosolar.
Ironisnya, pergantian pengawas SPBU dari Darozi ke Dion tidak membawa perbaikan, justru di bawah kendali Dion dan Babe, aktivitas mafia BBM kian menggila. Nama keduanya kini menjadi sorotan keras publik karena dianggap kebal hukum dan seolah tak tersentuh aparat.
Manuver Mencurigakan: Oknum Wartawan Diduga Ikut Bermain, Drama ini tak berhenti di lapangan. Kamis, 28 Agustus 2025 sekira pukul 10.00 WIB, tim media ini mendapat telepon dari seorang yang mengaku wartawan HNNEWS.COM bernama Andre. Ia mengirimkan screenshot pemberitaan yang sudah tayang, lalu menandai nama Babe dengan tanda panah merah, menyatakan keberatan atas penyebutan nama tersebut.
Saat dihubungi, Andre berdalih bahwa pihak Babe tidak terima dengan pemberitaan tersebut. Namun ketika ditanya lebih jauh, Andre mengaku hanya teman dekat Babe dan bukan pihak yang terlibat langsung. Setelah serangkaian pertanyaan dari tim media, Andre akhirnya mundur dan menutup percakapan dengan mengirim pesan singkat:
“Lanjutin aja bang, nggak apa-apa. Andre hanya klarifikasi terkait Babe itu aja . Terkait SPBU silakan tumbur abis, bila perlu sampai dicabut surat izinnya. Oke bang makasih infonya .”
Pernyataan ini justru semakin menimbulkan tanda tanya: apakah ada upaya membungkam media dengan menghadirkan oknum wartawan yang justru berperan sebagai tameng untuk mafia BBM?
Sorotan Publik & Pertanyaan Serius, Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik. Fakta-fakta di lapangan menunjukkan: Antrian truk Colt Diesel di jalur pompa 6 SPBU Penawar Tama berlangsung hingga larut malam. Aktivitas pengecoran BBM subsidi berlangsung terang-terangan, diduga melibatkan pihak internal SPBU. Pengawas SPBU Dion bersama sosok bernama Babe disebut-sebut mengendalikan alur mafia solar. Muncul manuver mencurigakan dari oknum wartawan yang mencoba memengaruhi narasi pemberitaan.
Pertanyaan yang Menggema
Apakah aparat penegak hukum akan terus menutup mata?
Apakah Pertamina dan BPH Migas berani mencabut izin SPBU nakal ini?
Ataukah mafia BBM subsidi dibiarkan terus merampok hak rakyat hingga ratusan triliun rupiah?
Kesimpulan, Rakyat sudah muak. Mafia BBM subsidi bukan hanya merugikan APBN, tetapi juga menghancurkan keadilan sosial. Kini, SPBU Pertamina CODO 23.345-10 Penawar Tama resmi berada dalam sorotan nasional. Negara jangan kalah! Mafia BBM harus disikat, tanpa pandang bulu-siapapun bekingnya,” Tegasnya. (Joni+TIm)













