Kabar Daerah

Arak-arakan Buyut Pengampon “NYI ENDANG GEULIS” Jadi Magnet Ribuan Warga

1427
×

Arak-arakan Buyut Pengampon “NYI ENDANG GEULIS” Jadi Magnet Ribuan Warga

Sebarkan artikel ini

Cirebon, korankabarnusantara.co.id – Ribuan Warga berduyun duyun memenuhi jalanan sekitar desa Danawinangun kecamatan Klangenan kabupaten Cirebon hanya untuk melihat dan menyaksikan arak – arakan buyut pengampon “NYI ENDANG GEULIS” yang merupakan acara utama dalam rangkaian ngunjung buyut Pengampon “NYI ENDANH GEULIS” desa Danawinangun kecamatan Klangenan kabupaten Cirebon tahun 2024 yang di laksanakan tepatnya tanggal 21 September 2024.

Arak-arakan buyut yang lebih di kenal mider buyut, betul – betul jadi magnet ribuan warga, dari berbagai pelosok daerah datang menyaksikan acara utama dalam rangkaian ngunjung Buyut Pengampon karena mider buyut merupakan acara yang paling sakral yang mengarak benda benda pusaka keliling kampung (panjag jimat nya desa Danawinangun) yang dulunya merupakan tanah Pengampon yang sekarang bernama desa Danawinangun.

Dijelaskan oleh Amin Setiadi yang akrab di sapa Kang Amin acara mider buyut rutin di laksanakan setiap tahun , acara ini merupakan acara sakral yang di tunggu – tunggu semua warga bahkan sampe ribuan warga dari berbagai pelosok daerah datang menyaksikan acara mider buyut ini , dimana mider buyut ini mengarak berda – benda pusaka keliling kampung yang dulunya tanah Pengampon.

Lebih jauh kang Amin mengatakan , acara mider buyut ini terus kami lestarikan karena acara mider buyut ini selain mengandung nilai – nilai luhur yang tinggi dan mempunyai nilai sejarah serta kami anak cucu buyut NYI ENDANG GEULIS terus akan mengenang akan jasa – jasa dan pengorbanan beliau dalam melindungi sekaligus mengobati warganya yang ketika itu warga pengampon sedang ada musibah di serang wabah penyakit yang menurut bahasa Cerbonya adalah “Panggebug”, selain itu beliau dalam sejarah orang pertama yang datang di tanah Pengampon dalam penyebaran agama islam di tanah Pengampon ini , ujar kang Amin kepada awak media.

Lebih jauh kang Amin mengatakan budaya tradisi adat mider buyut ini merupakan salah satu tradisi budaya di kabupaten Cirebon ini yang harus dan wajib kita lestarikan dan jangan sampai punah di makan jaman, untuk itu kami berharap dalam pelestarian budaya ini ada peran atau perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Cirebon maupun dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Cirebon, karena jujur saya katakan dalam pelestarian tradisi budaya ini perhatian dari pemerintah maupun dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten Cirebon masih – masih sangat kurang bahkan hampir tidak ada perhatian , kami melaksanakan tradisi budaya mider buyut bersumber dari swadaya murni masyarakat dan para donatur,” pungkas Kang Amin kepada awak media. (Wastija)