Kabar Daerah

Wabup Cirebon Tutup Cirebon Smart Village, Dorong Desa Kelola Data Berbasis Digital

24
×

Wabup Cirebon Tutup Cirebon Smart Village, Dorong Desa Kelola Data Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini

Cirebon, korankabarnusantara.co.id– Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, secara resmi menutup kegiatan Cirebon Smart Village dan Desa Cantik (Cinta Statistik). Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Wakil Bupati yang akrab disapa Jigus itu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendorong pembangunan desa berbasis digital dan data.

“Alhamdulillah hari ini saya mewakili Pak Bupati, bersama Dinas Kominfo, mengadakan penutupan kegiatan Cirebon Smart Village dan Desa Cantik tahun 2025,” kata Jigus.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 96 desa yang ada di Kabupaten Cirebon. Para kuwu dari desa-desa peserta turut hadir dalam kegiatan penutupan tersebut.

“Alhamdulillah tadi dihadiri oleh para kuwu di Kabupaten Cirebon, kurang lebih ada 96 desa yang mengikuti acara ini,” ujarnya.

Jigus berharap, program Smart Village dapat berjalan dengan baik karena menjadi konsep pembangunan desa yang berbasis digital. Menurutnya, data merupakan elemen penting yang akan menjadi dasar dalam perencanaan dan pelayanan di tingkat desa.

“Harapan kami dari pemerintah daerah tentunya semoga desa Smart Village ini bisa berjalan dengan baik, karena ini merupakan konsep pembangunan desa berbasis digital. Data ini sangat penting, terutama data dasar yang nantinya diterapkan di desa-desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, digitalisasi desa tidak hanya menyentuh pembangunan, tetapi juga pelayanan publik. Data dasar yang dihimpun meliputi jumlah penduduk, laki-laki dan perempuan, angka kelahiran, kematian, penduduk pindah datang dan pindah pergi.

“Terutama data dasar, jumlah penduduk di desa, dibagi laki-laki dan perempuan, jumlah yang lahir, yang meninggal, yang pindah datang dan pindah pergi,” ungkapnya.

Selain itu, aplikasi yang digunakan dalam program tersebut ke depan juga akan memuat data lain seperti jumlah pengangguran, luas wilayah desa, zonasi lahan sawah, pekarangan, lahan perumahan, hingga data rumah tidak layak huni.

“Insya Allah ke depannya bisa mencakup keseluruhan data yang terkait di desa masing-masing, supaya bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Jigus, integrasi data antara desa dan pemerintah daerah diharapkan dapat mewujudkan keseragaman data atau satu data terpadu.

“Harapannya nanti antara data di desa dan pemerintah daerah bisa menjadi pemadanan data atau satu data,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan nominasi kepada desa-desa yang dinilai aktif dan optimal dalam menjalankan program Smart Village dan Desa Cantik.

“Tadi ada 13 desa yang diberikan nominasi, ada beberapa kategori. Tentunya ini sebagai penyemangat bagi desa-desa yang sudah menjalankan program ini,” pungkasnya.

(Mar)