Cirebon, korankabarnusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melaksanakan Safari Pembangunan di akhir tahun 2025 sebagai upaya monitoring langsung terhadap pembangunan yang telah dan sedang berjalan di wilayah Kabupaten Cirebon.
Safari Pembangunan yang dilaksanakan pada Selasa (16/12/2025) tersebut menyasar wilayah timur Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, yang akrab disapa Jigus.
Dalam keterangannya, Jigus menyampaikan bahwa Safari Pembangunan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, khususnya pembangunan infrastruktur jalan.
“Alhamdulillah saya mewakili Pak Bupati, dan tadi juga bersama beliau di beberapa titik kita melakukan monitoring pembangunan, khususnya di tahun 2025,” ujarnya saat di lokasi pembangunan jalan di ruas jalan Gebang Ilir–Waled.
Ia menjelaskan, ruas jalan Gebang Ilir – Waled sepanjang 2,9 dan masih terdapat sisa pembangunan sekitar 1,5 kilometer yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2026. Menurutnya, saat ini kondisi jalan masih bervariasi, mulai dari aspal hingga rigid beton.
“Insya Allah ruas jalan ini secara keseluruhan akan dibangun penuh, paling lambat di tahun 2026,” jelasnya.
Terkait progres pembangunan jalan secara keseluruhan di Kabupaten Cirebon, Jigus menyebutkan bahwa capaian saat ini sudah mendekati 90 persen.
“Untuk pembangunan jalan sudah hampir 90 persen. Harapannya di bulan Desember ini bisa selesai semua. Memang ada sedikit kendala karena kegiatan pembangunan ini bersamaan antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, sehingga terjadi kekurangan material,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut tetap ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Dinas teknis, dalam hal ini Dinas PUTR, terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap para rekanan agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
Mengenai faktor cuaca, Jigus mengakui hujan cukup berpengaruh, meskipun tidak signifikan. Namun, ia optimistis seluruh pekerjaan bisa diselesaikan sesuai batas waktu yang ditentukan.
Untuk pembangunan jalan sepanjang tahun 2025, Pemkab Cirebon mencatat peningkatan jalan sepanjang 47 kilometer yang terbagi antara rigid beton dan hotmix. Selain itu, terdapat pemeliharaan berkala sepanjang 20 kilometer dan pemeliharaan rutin sepanjang 350 kilometer. Secara keseluruhan, total penanganan jalan di tahun 2025 mencapai 417 kilometer.
Selain proyek daerah, terdapat pula dua kegiatan jalan dari pemerintah pusat, yakni ruas Suranenggala Kidul–Arjawinangun dan ruas Sindang Laut–Pabuaran.
Sementara itu, untuk anggaran pembangunan jalan tahun 2026, Jigus menyebutkan alokasi dana sekitar Rp241 miliar.
“Harapannya, karena masih ada jalan yang kondisinya kurang baik, ini bisa diselesaikan secara bertahap. Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pemerintah daerah,” ungkapnya.
Dalam Safari Pembangunan tersebut, rombongan Pemkab Cirebon mengunjungi sembilan lokasi, di antaranya Uprating Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broncaptering Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun. Revitalisasi SMP Negeri 2 Greged, Kecamatan Greged. Rehabilitasi Gedung Puskesmas Desa Kamarang, Kecamatan Greged.
Pembangunan Gedung Kantor PPKB Desa Karangsembung, Kecamatan Karangsembung. Peningkatan Jalan Sindanglaut–Pabuaran, Kecamatan Karangwareng. Normalisasi Sungai Ciberes, Kecamatan Pabuaran. Rehabilitasi pagar RSUD Waled, Kecamatan Waled
Revitalisasi TK Negeri Satu Atap Sukadana. Peningkatan Jalan Gebang Ilir–Waled, Kecamatan Gebang. Dan terakhir Revitalisasi SMP Negeri 1 Pangenan, Kecamatan Pangenan
Safari Pembangunan ini diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi langsung sekaligus memastikan pembangunan yang dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Cirebon. (Mar)













