Nasional

Menkominfo Bagikan 4 Jurus Efektif untuk Menghindari Jeratan Judi Online

954
×

Menkominfo Bagikan 4 Jurus Efektif untuk Menghindari Jeratan Judi Online

Sebarkan artikel ini
tips menghindari judi online dari Menkominfo

Jakarta, korankabarnusantara.co.id Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi membagikan empat jurus untuk membantu masyarakat menghindari jeratan judi online yang semakin marak dan merugikan.

“Pertama, kenali bahaya dan identifikasi pemicu judi online. Sadari bahaya judi online bagi diri sendiri dan lingkungan terdekat. Lalu, perhatikan pemicu seseorang berpartisipasi dalam judi online, seperti stres atau dorongan dari lingkungan tertentu,” ujar Menkominfo, Jumat (4/10/24).

Jurus Menghindari Judi Online:

  1. Kenali Bahaya dan Identifikasi Pemicu Menkominfo menekankan pentingnya mengenali bahaya yang ditimbulkan oleh judi online serta mengidentifikasi pemicu seseorang terlibat. Faktor-faktor seperti stres atau pengaruh lingkungan bisa menjadi pemicu seseorang ikut dalam perjudian.
  2. Dukungan dari Orang Lain Jurus kedua adalah melindungi diri dan menghindari situasi berisiko dengan bantuan dari orang lain. Jika merasa kesulitan menghentikan keinginan untuk berjudi, Menkominfo menyarankan untuk mencari bantuan dari profesional, seperti psikolog. Pemerintah juga menyediakan layanan Hotline Stop Judi Online Indonesia melalui nomor kontak 081110015080 bagi warga yang membutuhkan bantuan.
  3. Kelola Keuangan Secara Bijak Menurut Menkominfo, mengelola keuangan secara bijak dapat membantu mencegah seseorang terlibat judi online. Mengamati arus keluar masuk dana pribadi bisa membuat seseorang berpikir ulang sebelum menggunakan uang untuk berjudi.
  4. Laporkan Situs dan Rekening Terkait Judi Online Menkominfo juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan situs web atau rekening yang diduga terkait dengan judi online. Untuk itu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan aduankonten.id dan cekrekening.id.

Menkominfo menekankan bahwa upaya pemberantasan judi online di Indonesia memerlukan kontribusi dari semua pihak, termasuk masyarakat. “Tentunya kita tidak ingin jumlah pelaku judi online terus bertambah,” ujar Budi Arie Setiadi.

(Fjr)