Garut, korankabarnusantara.co.id – Komitmen Polri dalam menjaga stabilitas pangan nasional terus diakselerasi melalui langkah nyata di lapangan. Polres Garut melalui Polsek Kadungora melakukan monitoring dan pendampingan distribusi hasil panen jagung binaan sebanyak 5 ton menuju Gudang Bulog Garut, Jumat (24/04/2026).
Kegiatan pengawalan ini dimulai dari titik jemput di Desa Harumansari, Kecamatan Kadungora, hingga tiba di Gudang Bulog Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut Kota.
Jagung hasil panen tersebut merupakan produk binaan Polri milik H. Didin, petani setempat yang selama ini mendapatkan pendampingan berkelanjutan dari Bhabinkamtibmas. Dari hasil pengecekan teknis di lapangan, komoditas yang dikirim dinyatakan memiliki kualitas prima.
“Pendampingan ini adalah bentuk nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami memastikan hasil panen petani binaan memiliki kualitas yang layak. Hasil pengecekan menunjukkan kadar air jagung berada di angka 14%, sehingga memenuhi standar kualifikasi untuk diserap oleh Bulog,” jelas Kapolsek Kadungora, Kompol Alit Kadarusman, S.Pd., M.Si.
Sinergitas yang dijalin Polres Garut dengan para petani dilakukan secara komprehensif. Melalui pendekatan Door to Door System (DDS), personel Bhabinkamtibmas aktif memberikan edukasi mulai dari proses penanaman, teknik perawatan, hingga manajemen pasca-panen.
Selain pendampingan teknis, Polri juga berperan sebagai jembatan distribusi. Bhabinkamtibmas memberikan imbauan strategis agar para petani menjual hasil panennya kepada mitra resmi untuk disalurkan ke Bulog. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus menjamin kelancaran rantai pasok pangan daerah.
Pelepasan 5 ton jagung ini diharapkan menjadi pemantik bagi kelompok tani lainnya di Kabupaten Garut untuk terus produktif dalam mendukung kedaulatan pangan. Melalui kerja sama yang harmonis antara aparat kepolisian dan masyarakat tani, distribusi pangan diharapkan tetap terjaga dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi kesejahteraan petani lokal.
(Risa)













