Garut, korankabarnusantara.co.id – Sebanyak Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Lemdiklat Polri menunjukkan kepedulian nyata melalui aksi kemanusiaan di lapangan. Kelompok Belajar (Pokjar) IV Sespimma Polri Angkatan ke-75 Tahun Anggaran 2026 menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) massal di wilayah hukum Polres Garut, Rabu (20/05/2026).
Agenda sosial ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Praktek Kerja Profesi (PKP). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sespimma Polri, didampingi jajaran perwira pengasuh, serta mendapat dukungan penuh dari Pejabat Utama (PJU) Polres Garut.
Wakapolres Garut, Kompol Deny Rahmanto, S.S., S.I.K., menjelaskan bahwa bakti sosial ini merupakan instrumen penting dalam kurikulum pendidikan Sespimma. Tujuannya adalah untuk menguji dan membentuk karakter kepemimpinan yang tidak hanya tegas secara struktural, tetapi juga humanis serta responsif terhadap dinamika sosial di akar rumput.
“Praktek Kerja Profesi ini mengintegrasikan teori manajerial dengan realitas di lapangan. Melalui interaksi langsung dan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan, para calon pimpinan tingkat fungsional ini dilatih untuk mengasah empati dan mempertajam sensitivitas terhadap problem sosial,” ujar Kompol Deny Rahmanto.
Dalam pelaksanaannya, paket bantuan logistik disalurkan secara terukur kepada keluarga prasejahtera di sekitar lokasi PKP. Kehadiran para Serdik di tengah pemukiman warga menjadi jembatan efektif untuk memperkuat komunikasi dua arah antara institusi kepolisian dan masyarakat.
Pendekatan door-to-door yang diterapkan dalam pembagian bantuan ini sekaligus difungsikan sebagai sarana menyerap aspirasi, keluhan, serta harapan langsung dari warga terkait kinerja pelayanan kepolisian.
Polres Garut menegaskan bahwa kolaborasi antara fungsi lembaga pendidikan (Lemdik) dan satuan kewilayahan (Satwil) ini sangat krusial untuk membangun citra Polri yang profesional dan dicintai masyarakat.
Melalui pengayoman yang menyentuh sisi humanis ini, para Serdik Sespimma Angkatan ke-75 diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi sosiologis yang didapat selama masa PKP di Garut sebagai bekal kuat saat kembali ke kesatuan asal masing-masing guna menghadapi kompleksitas tugas kepolisian masa depan.
(Risa)













