Garut, korankabarnusantara.co.id – Menjelang dimulainya Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polres Garut melakukan pemusnahan massal barang bukti hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Ribuan botol minuman keras (miras) dan ratusan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis (brong) dihancurkan di Mapolres Garut sebagai simbol perang terhadap gangguan kamtibmas, Kamis (12/3/2026).
Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan jajaran Polres dan Polsek di seluruh wilayah Kabupaten Garut dalam beberapa pekan terakhir guna memastikan kesucian bulan Ramadan tetap terjaga.
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, merinci bahwa terdapat sedikitnya 1.852 botol miras dari berbagai merek dan 704 knalpot brong yang menjadi sasaran pemusnahan kali ini.
“Pemusnahan ini adalah bentuk komitmen tegas Polres Garut dalam memberantas peredaran miras dan menindak penggunaan knalpot bising yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi hal-hal yang mengganggu ketertiban umum,” tegas AKBP Yugi Bayu Hendarto.
Langkah preventif ini diambil sebagai bagian dari strategi Cipta Kondisi menjelang Operasi Ketupat Lodaya 2026. Fokus utama kepolisian adalah menjamin keamanan arus mudik dan balik, serta memastikan aktivitas warga selama perayaan Idulfitri berlangsung tanpa kebisingan dan pengaruh alkohol.
Kapolres menjelaskan bahwa miras sering kali menjadi pemicu tindakan kriminal, sementara knalpot brong kerap memicu polusi suara yang mengganggu kenyamanan beribadah maupun istirahat masyarakat.
Selain penegakan hukum secara fisik, kegiatan ini menjadi pesan edukatif bagi warga Garut. Polres Garut mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjauhi minuman keras dan mulai menggunakan kelengkapan kendaraan yang sesuai standar pabrikan.
Masyarakat juga diminta untuk terus proaktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau peredaran miras di lingkungan masing-masing melalui layanan kepolisian terdekat. Dengan sinergi antara petugas dan warga, diharapkan situasi di Garut tetap aman, nyaman, dan tenteram hingga hari kemenangan tiba.
(Risa)













