Hukum & Kriminal

Diduga Bekingi Mafia Solar, Oknum Marinir di Tulang Bawang Terlibat Pengeroyokan dan Ancam Wartawan

261
×

Diduga Bekingi Mafia Solar, Oknum Marinir di Tulang Bawang Terlibat Pengeroyokan dan Ancam Wartawan

Sebarkan artikel ini

Tulang Bawang, korankabarnusantara.co.id – Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat, Lampung, semakin meresahkan. Sebuah laporan menyebutkan adanya oknum Marinir bernama Patjri yang diduga menjadi beking utama pengecoran solar dan pertalite. Modus operandi mereka adalah menggunakan truk Coldiesel yang dimodifikasi menjadi “tangki setan” berkapasitas 10 ton untuk menguras habis stok BBM di tiga SPBU: SPBU 24.345.72, SPBU 24.345.27, dan SPBU 24.345.114.

​Saat praktik ilegal ini dipergoki wartawan dan LSM pada 7 Mei 2025, oknum Marinir tersebut dilaporkan mengancam: “Jangan macam-macam, kalau berani, bereskan… saya yang tanggung jawab.” Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari karena stok telah habis disedot.

​Konflik ini memuncak dengan insiden pengeroyokan terhadap wartawan bernama Joni Putra pada 29 Agustus 2025. Joni diserang oleh empat pelaku, salah satunya diduga oknum Marinir Agus dari Piabung. Ia dipukuli, disekap, dan dibawa ke kediaman Koptu Ahmad Fajri, di mana ponselnya dirampas dan dihancurkan. Joni juga diancam agar tidak melanjutkan peliputan kasus tersebut.

​Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Lampung dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor LPB/602/VII/2025/BPKTAPOLDA LAMPUNG.

​Menanggapi insiden ini, Darmawan, S.H., M.H., Ketua Umum LBH PWRI, mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis. Ia menegaskan bahwa hal ini melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, yang melindungi wartawan.

​PWRI menuntut agar Polda Lampung, Polri, dan seluruh aparat terkait segera memproses hukum semua pelaku, termasuk oknum Marinir yang terlibat.

​Darmawan menekankan bahwa kekerasan terhadap jurnalis adalah serangan terhadap hak publik untuk memperoleh informasi. Ia mengajak masyarakat, LSM, dan organisasi sipil untuk bersatu mengawal kasus ini hingga tuntas.

​Semua mata kini tertuju pada Kapolri, Polda Lampung, dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Publik menunggu sikap tegas dari aparat penegak hukum untuk menghentikan praktik ilegal ini dan memproses para pelaku, termasuk oknum berseragam yang diduga menjadi beking.

(Joni)