Kabar Polisi

Strategi “Hijau” Polres Garut: Distribusikan 500 Pohon Kopi ke Wilayah Rawan Bencana

30
×

Strategi “Hijau” Polres Garut: Distribusikan 500 Pohon Kopi ke Wilayah Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini

Garut, korankabarnusantara.co.id – Menindaklanjuti evaluasi data bencana sepanjang tahun 2025, Polres Garut melakukan terobosan mitigasi bencana berbasis lingkungan. Dengan mengusung filosofi “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menyerahkan 500 bibit pohon kopi sebagai instrumen pencegah longsor dan banjir, Senin (13/1/2026).

Penyaluran bibit ini diprioritaskan bagi wilayah-wilayah yang memiliki catatan kejadian bencana tertinggi serta kondisi geografis perbukitan yang rawan pergerakan tanah.

Berdasarkan pemetaan kerawanan, bibit pohon kopi tersebut disalurkan melalui lima Polsek jajaran yang menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana, yaitu:

  1. Polsek Banjarwangi

  2. Polsek Limbangan

  3. Polsek Bungbulang

  4. Polsek Singajaya

  5. Polsek Cilawu

Polres Garut memilih tanaman kopi karena memiliki manfaat ganda yang saling berkesinambungan antara aspek ekologi dan ekonomi:

  • Aspek Konservasi: Sistem perakaran pohon kopi dikenal cukup kuat untuk mengikat agregat tanah di lahan miring, sehingga efektif menekan risiko erosi dan tanah longsor. Selain itu, tajuk pohon kopi membantu meningkatkan infiltrasi (penyerapan) air hujan ke dalam tanah guna mencegah banjir limpasan.

  • Aspek Ekonomi: Berbeda dengan tanaman hutan biasa, kopi memberikan nilai tambah bagi warga. Hasil panen yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat, sehingga mereka memiliki motivasi lebih untuk merawat pohon tersebut hingga besar.

Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menekankan bahwa keterlibatan Polri dalam isu lingkungan adalah bagian dari tugas melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat dari ancaman bencana alam.

“Kami tidak ingin hanya sekadar menanam, tapi kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif. Pohon kopi ini adalah investasi keselamatan. Jika masyarakat merawatnya dengan baik, alam akan memberikan perlindungan dari longsor, sekaligus memberikan hasil panen untuk kesejahteraan mereka,” ujar AKBP Yugi Bayu Hendarto.

Melalui pembagian bibit ini, Polres Garut berharap terjalin sinergi yang kuat antara Bhabinkamtibmas dan kelompok tani di lima kecamatan tersebut. Pola tanam ini diproyeksikan menjadi model pemulihan ekosistem yang berkelanjutan di Kabupaten Garut, menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman dari bencana, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

(Risa)