Garut, korankabarnusantara.co.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus memperluas jangkauan program kemitraan sosial di sektor agraris. Sebagai wujud nyata doktrin Polri Peduli, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., turun langsung memimpin aksi bakti sosial dengan menyalurkan paket bantuan sosial kepada Kelompok Tani Mekar Mukti—yang merupakan kluster tani binaan Kepolisian Resor (Polres) Garut—di Kabupaten Garut, Senin (15/06/2026).
Agenda taktis ini didesain sebagai bentuk komitmen linear korps Bhayangkara dalam mengawal stabilitas ekonomi arus bawah sekaligus mempererat integrasi sosial antara aparat kepolisian dan masyarakat produktif.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kapolda Jabar kepada perwakilan pengurus Kelompok Tani Mekar Mukti. Langkah intervensi ini diambil sebagai bentuk apresiasi tinggi negara terhadap dedikasi para petani lokal yang selama ini konsisten berada di garda terdepan menjaga kedaulatan pangan regional.
Melalui penyaluran stimulan bantuan sosial ini, Polda Jabar berharap dapat mereduksi beban operasional harian para kepala keluarga petani, sekaligus memicu moral dan semangat kerja dalam mendongkrak tonase hasil bumi pada musim panen mendatang.
“Aksi bakti sosial ini adalah representasi dari kehadiran Polri yang multidimensi. Kita tidak hanya bertugas memelihara keamanan negara lewat penegakan hukum formal (hard power), melainkan juga wajib hadir menyokong penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat (soft power) lewat kluster pembinaan sektor pertanian,” urai Irjen Pol. Rudi Setiawan.
Kegiatan padat karya bernuansa sosial ini dihadiri oleh jajaran elite kepolisian wilayah, di antaranya para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, Kapolres Garut beserta jajaran perwira struktural, serta puluhan anggota Kelompok Tani Mekar Mukti yang menyambut kehadiran rombongan komando dengan antusiasme tinggi.
Kapolda Jabar menegaskan bahwa arsitektur ketahanan pangan nasional yang kokoh tidak akan pernah tercapai tanpa adanya sinergi yang harmonis antara regulator, aparat keamanan, dan kaum tani sebagai subjek utama agraris.
Oleh karena itu, Polda Jabar berkomitmen untuk terus mempertahankan kebijakan pembinaan kelompok tani secara berkelanjutan. Menempatkan komunitas petani sebagai mitra strategis (strategic partner) dinilai sangat efektif untuk mempercepat akselerasi pembangunan ekonomi pedesaan yang mandiri dan tangguh.
(Risa)













