Cirebon, korankabarnusantara.co.id – SMPN 1 Argapura Majelengka terus berkembang berkat kerja sama antara kepala sekolah, guru, siswa, komite bahkan orang tua siswa. Beragam program pengembangan sudah dijalankan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih baik dan nyaman. Salah satu program yang sukses adalah pelatihan guru yang dilakukan secara berkala untuk meningkatkan metode pengajaran baik itu pelatihan in house dengan mengundang narasumber ahli maupun pelatihan diluar sekolah. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler siswa seperti Pramuka, Paskibra, PMR, Olahraga, Kesenian dan BTQ juga telah digenjot untuk membantu siswa mengasah keterampilan non akademis. Taklupa, kolaborasi dengan mitra juga terjalin dengan baik seperti penyuluhan terkait bahaya narkoba dan kesehatan remaja dengan BKKBN, Puskesmas, Kecamatan dan POLSEK Argapura. Adapula penyuluhan mengenai penanggulangan bencana bersama TNGC setempat.
Fasilitas dan Lingkungan Sekolah
Salah satu fokus utama SMPN 1 Argapura adalah peningkatan fasilitas. Menurut Pengelola Dana BOS Pak Emed, saat ini fokus utama pengadaan barang adalah pada buku, yang dianggarkan sebesar 10% dari total pagu BOS, setelah sebelumnya sekolah memprioritaskan pengadaan mebel dan alat-alat elektronik seperti laptop dan printer. Sekolah juga mendapat bantuan dari pemerintah untuk membangun 4 MCK baru, termasuk tempat khusus untuk penyandang disabilitas, menunjukkan komitmen terhadap peningkatan fasilitas dan inklusivitas. Rencana jangka panjang, Pak Emed menyatakan, “Mungkin tahun depan kita fokus ke penataan lingkungan,” untuk mempercantik area sekolah. Perbaikan ini juga diamati oleh alumni dan siswa.

Mang Agus dan Mang Aang, alumni yang kini berprofesi sebagai pedagang, membandingkan kondisi sekolah saat ini dengan masa lalu. Mereka menyatakan, “Dulu pagar belum ada, sekarang sudah lebih lengkap,” yang membuat siswa sekarang lebih disiplin dan tidak bisa keluar masuk dengan bebas. Selain itu, mereka menyoroti kondisi toilet yang jauh lebih terawat “Dulu toilet tidak terawat, sekarang sedang dibangun” pungkasnya. Ketersediaan air juga sudah lebih baik, dan kini sekolah memiliki laboratorium komputer yang memadai.
Berdasarkan penuturan Mang Memen warga sekitar, SMPN 1 Argapura telah mengalami perkembangan positif, terutama dalam hal penataan dan regulasi lingkungan sekolah. Perubahan ini terlihat dari kebijakan baru yang memperbolehkan pedagang berjualan di dalam area sekolah, dengan syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi. Dahulu, para pedagang tidak diizinkan berjualan di area dalam sekolah dan hanya bisa berjualan di luar gerbang. Perubahan ini mencerminkan komitmen pihak sekolah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh siswa dan staf pengajar.

Kualitas Pengajaran dan Kedisiplinan Siswa
Kemajuan juga terlihat dalam kualitas pengajaran dan kedisiplinan siswa. Pak Dedi salah satu guru senior berpendapat bahwa kemajuan sekolah merupakan hasil dari sistem terintegrasi yang ditunjang oleh seluruh elemen, dari kepala sekolah, guru, hingga siswa. Ia juga menyoroti adanya regenerasi guru-guru muda yang dinilai lebih inovatif dan termotivasi dalam komando bapak kepala saat ini Bapak Dr. H. Ateng Sudibyo, S.H., M.H. Menurutnya, guru-guru muda ini memiliki energi dan kecepatan dalam mengambil keputusan, yang merupakan “salah satu bagian daripada kemajuan sekolah kita” ungkapnya.
Pihak sekolah juga membentuk tim kesiswaan untuk mengatur kegiatan siswa agar mereka tidak terlalu bebas keluar masuk sekolah. Dari sudut pandang alumni, Mang Agus dan Mang Aang melihat adanya perubahan positif dalam hal kedisiplinan siswa. Mereka merasa bahwa siswa saat ini “lebih rapi dan terkontrol”.
Dari sudut pandang Nara, seorang siswi kelas IX, SMPN 1 Argapura telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Ia melihat adanya perbaikan dalam penanganan siswa dan organisasi sekolah. Menurutnya, kini siswa “lebih terurus” dan kegiatan seperti upacara berjalan lebih tertib. Namun, Nara juga menyampaikan pandangan terkait kondisi fasilitas sekolah yang dinilainya perlu perhatian. Meskipun demikian, ia memiliki harapan besar agar sekolah dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik, khususnya dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban.

Pak Tono menambahkan, perkembangan SMPN 1 Argapura menunjukkan gambaran yang fluktuatif, di mana kemajuan dan tantangan silih berganti. Semangat belajar siswa menjadi salah satu tantangan terbesar, dengan Pak Tono menyebutkan bahwa siswa jarang menyelesaikan tugas tepat waktu. “Sampai sekarang enggak bisa,” ungkapnya, mengindikasikan masalah yang persisten dalam tanggung jawab akademis. Ia juga menyoroti kondisi kedisiplinan yang merosot setelah pandemi, walaupun secara perlahan mulai membaik. Dari segi fasilitas, Pak Tono merasa prihatin dengan keterbatasan peralatan, seperti alat laboratorium, serta kondisi toilet yang awalnya kurang memadai, yang dianggapnya menjadi pemicu perilaku di luar pengawasan. Meskipun demikian, ia memberikan apresiasi terhadap para guru yang dinilai aktif dan professional dan terus mengupayakan perbaikan.
Secara keseluruhan, SMPN 1 Argapura menunjukkan evolusi positif yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa dengan berbagai tantangan yang ada, Perubahan ini mencerminkan langkah maju yang terencana untuk menciptakan lingkungan yang lebih teratur, kondusif, dan nyaman bagi seluruh komunitas sekolah.














