by

Sepasang Suami Istri Jabat Kuwu di Kecamatan Widasari

-Kabar Daerah-1,304 views

Indramayu, KN

Dalam sejarah Indramayu, baru ini kali Sepasang suami-istri menjabat Kepala Desa ( Kuwu). Mereka mampu mengambil hati masyarakat dengan visi dan misi membangun desa untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami berdua akan berkomitmen menjalankan tugas dan amanah dalam membangun sektor pertanian melalui pembangunan prioritas pertanian ” Ujar Kuwu Bangkaloa Ilir, H. Mislam

Ditempat terpisah Kuwu Desa Leuwigede, Hj. Evi Fatmawati berjanji akan mengembangkan Desa Leuwigede dan memajukan ekonomi rakyatnya dengan mengembangkan pemberdayaan masyarakat melalui home industri dan prioritas pembangunan segala bidang.

Sepasang suami istri ini, bisa menjabat Kepala Desa karena masing-masing memiliki kepercayaan tersendiri di mata masyarakat Desa tersebut. Hj. Evi Fatmawati menjabat Kuwu Leuwigede sedangkan suaminya H. Mislam menjadi kuwu Bangkaloa. Dua desa ini masih dalam satu kecamatan Widasari Kab. Indramayu Jawa Barat.

“Meski demikian, kami tidak akan meninggalkan komitmen sebagai Kepala Desa. Tetap profesional,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, masyarakat kedua desa memberikan apresiasi pada kedua pasangan tersebut. Keduanya telah dipercaya menjadi pemimpin untuk menjadikan desanya lebih baik lagi.

“Kami berharap, kedua pasutri yang menjadi kades ini tetap profesional dan menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar tokoh masyarakat kedua desa.

Menurut Kuwu Evi Peningkatan perekonomian desa Leuwigede menjadi salah satu program yang berkesinambungan yang harus direalisasikan lewat konsep Bumdes.

Pihaknya sedang menggalakan dan memaksimalkan peran Bumdes, dalam pembangunan argo wisata dan home industri berupa panganan khas dalam bentuk pengolahan kripik singkong, bayam, dodol mangga, Juga konveksi.

Ia menegaskan, tidak kalah penting dalam programnya peningkatan kesejahteraan warganya.
Menurut Evi, Ia akan terus berupaya untuk berinovasi demi perkembangan dan pengembangan bagi warga masyarakat. Sebab peran Bumdes sangat dibutuhkan sebagai salah satu penunjang peningkatan pendapatan desa yang berdampak pada peningkatan perekonomian warga.

Lanjut Evi, dengan mengemban amanah yang di berikan masyarakat , tentu nya kepercayaan ini merupakan sebuah kepercayaan yang tidak boleh di sia-sia kan , akan selalu meningkatkan program dan inovatif unggulan ingin membangun Daerah Leuwigede.

” Semua yang saya jalankan untuk Ibadah dan berbuat kebajikan kepada semuanya. Jabatan ini adalah amanah akan memegang kepercayaan yang telah di berikan masyarakat, amanah ini tentu harus di pertanggung jawabkan melalui pelayanan yang lebih baik pada masyarakat ,” Ujar nya.

Program unggulan untuk ke depan akan memperbaiki pelayanan pada masyarakat maupun tentang program kedesa-an nya. Dengan mengedepankan pembangunan inprastruktur jalan pada prioritas rabat beton. melalui padat karya ini diharapkan desa Leuwigede tidak ada lagi jalan rusak.

Kepada KN, H. Mislam mengatakan, kami harus pandai pandai mengatur waktu, terkadang kami lebih mengutamakan kepentingan masyarakat walaupun begitu tidak mengenyampingkan buat keluarga.
” Harus pandai mengatur waktu, profesional saja,” ujarnya.
Karena kita sudah diberikan amanat dan menjalan kan visi misi yang tertuang dalam RPJMDes artinya kami siap membangun desa Bangkaloa Ilir ,yang lebih baik. Kalau sudah diberi amanat tentunya wajib mempertanggung jawabkan amanat tersebut, tutur H. Mislam.

H. Mislam yang merupakan Kuwu Desa Bangkaloa Ilir akan bersungguh- sungguh Dengan menjalankan tugas. Menurutnya karena ini barometer saya ketika diamanatkan masyarakat dalam memegang tambuk kepemerintahan Desa Bangkaloa Ilir. Program antaranya akan meningkatkan pertanian kemudian membangun desa untuk lebih baik,ujarnya.

Menurutnya, Desa Bangkaloa Ilir adalah desa paling ujung yang mayoritas masyarakatnya bergerak dibidang pertanian. Untuk itu prioritas pembangunan dibidang pertanian dan infrastruktur jalan.
” Saya utamakan pengairan supaya lancar dengan normalisasi sungai. Sebagai amanat masyarakat saya mendorong pihak Pemerintah Daerah untuk turut serta percepatan normalisasi. Karena desa Bangkaloa Ilir melalui sungai Kertacala, Walasari, Lajer, dan sungai Tegal Girang sehingga dengan normalisasi sungai tersebut air yang mengairi area pertanian cukup memadai.

Desa Leuwiede yang berpenduduk 3.918 jiwa adapun Desa Bangkaloa Ilir berpenduduk 5000 jiwa,
Kedua pasutri dalam rangka membangun kedua desa, tidak ada pilihan lain yang dilakukan kecuali Ibadah dengan kebersamaan dan kekompakan. Desa merupakan satu kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat, terutama dalam menterjemahkan berbagai kebijakan,
Dengan pemimpin formal dan informal, mampu memformulasikan berbagai potensi yang ada di desa dengan melakukan komunikasi timbal balik, Sebagai pemimpin informal, kepala desa juga dipandang sebagai pimpinan yang dapat menjaga dan mempertahankan nilai, norma dan adat masyarakat di desa. dapat menjalin koordinasi sebaik mungkin dengan semua pihak, termasuk dengan pengurus dan anggota BPD dan lembaga kemasyarakatan lainnya sebagai mitra kerja, sehingga akan terwujud kerjasama yang harmonis dengan hasil yang optimal.

(Idi.S/ Anton.K)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kabar Nusantara Online