by

Sekolah MTs dan Ponpes Madinatunnajah Diduga Kuat Bersekongkol Tahan Ijazah Siswa

Cirebon, KN

MTs Annajah yang di bawah naungan yayasan Madinatunjanah yang berada di Desa Kali Mukti Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon di duga kuat bersekongkol dengan pihak Ponpes Madinatunnajah melakukan penahanan ijazah sejumlah siswa hanya gara-gara siswa di sekolah tersebut masih mempunyai tunggakan biaya daftar ulang dan SPP di Ponpes Madinatunnajah sebasar Rp. 8.900.000,- padahal MTs Annajah adalah sekolah Madrasah Tsanawiyah yang dibiayai oleh dana BOS.

Hal tersebut diketahui ketika salah seorang orang tua siswa membeberkan ke awak media, Abdul Hamid orang tua siswa dari siswa yang bernama Saimi Rahel Azmi mengeluhkan sudah dua tahun ini Ijazah anak kami di tahan oleh pihak sekolah hanya gara-gara kami belum bisa melunasi tunggakan biaya di ponpes Madinatunnajah sebesar Rp.8.900.000 , segala upaya sudah kami lakukan tapi selalu di tolak oleh pihak ponpes,” jelasnya.

Lebih jauh Hamid mengatakan dengan di tahannya ijazah anak kami sempat mengalami depresi bahkan sempat tidak berangkat ke sekolah selama 3 bulan karena takut di minta terus ijazah di sekolah yang anak kami duduki.

Di tambahkan oleh hamid, sudah banyak yang membantu kami untuk mengupayakan ijazah anak kami supaya bisa di keluarkan oleh pihak Ponpes dengan kemampuan yang kami miliki bahkan dari pihak sekolah anak kami yaitu MAN 4 Cirebon pun membantu untuk mengupayakan tapi tetap saja di tolak oleh Ponpes,” imbuhnya.                   

Sementara itu ketika awak media mengkonfirmasikan hal tersebut dengan pihak sekolah Nurulah Kepala sekolah MTs Annajah membenarkan hal tersebut dan mengatakan Ijazahnya masih ada pada kami tapi intinya kami sebetulnya tidak ada masalah hanya Nurulah meminta agar diselesaikan dulu permasalah dengan pihak Ponpes,” ujarnya.

Di tempat terpisah ketika awak media mengkonfirmasikan hal tersebut dengan pihak Ponpes Madinatunnajah dari pihak administrasi Ponpes Oji membenarkan bahwa santri yang bernama Saimi Rahel Azmi masih mempunyai tunggakan biaya semasa mondok di pesantren ini dan sebagai syarat untuk bisa mangambil ijazah tersebut satu-satunya jalan harus di lunasi semua tanpa terkecuali dan parahnya lagi salah satu santri yang mengaku sebagai asisten atau tangan kanan pimpinan harian ponpes kepada awak media mengatakan kalau tidak di lunasi dan minta kebijakan semua ponpes bisa rugi ratusan juta rupiah pak dan ponpes bisa bangkrut pak,” ucapnya.

Lain hal yang di katakan Ketua Yayasan Madinatunnajah ketika di temui awak media di rumah kediamannya mengatakan siap membantu dan saya sebagai Penjamin ijazah akan bisa kita keluarkan namun beliau juga mohon waktu karena saya sebagai jaminannya,” katanya.

Tapi sangat disayangkan ketika orang tuanya mengambil ijazah tersebut orang tua santri hanya di beri sebatas fotocopy nya saja dan ijazah yang asli tetap di tahan dan orang tua santri tetap harus melunasi semua tunggakan padahal orang tua siswa sudah membayar tunggakan sebesar dua juta rupiah sesuai kemampuan yang di inginkan orang tua santri tersebut. (Wastija)

Kabar Nusantara Online