Kabar Daerah

Sedekah Bumi Desa Cikeusal Digelar Meriah, Malam Hari Dimeriahkan Wayang Kulit

1
×

Sedekah Bumi Desa Cikeusal Digelar Meriah, Malam Hari Dimeriahkan Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini
Sedekah Bumi Desa Cikeusal Digelar Meriah, Malam Hari Dimeriahkan Wayang Kulit

Cirebon, korankabarnusantara.co.id – Dalam rangka melestarikan budaya dan tradisi leluhur, Pemerintah Desa Cikeusal, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, menggelar kegiatan Sedekah Bumi yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kuwu Desa Cikeusal, Dedi Karsono, yang akrab disapa Kang Dedi Karsono (KDK), mengatakan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki nilai budaya, sosial, dan kebersamaan yang perlu terus dipertahankan.

“Tradisi Sedekah Bumi merupakan warisan leluhur yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai perkembangan zaman membuat generasi muda melupakan budaya daerahnya,” ujar Kang Dedi.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat gotong royong masyarakat Desa Cikeusal.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Cikeusal mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Bumi. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga kebersamaan sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.

“Sedekah Bumi bukan hanya acara tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersyukur dan menjaga warisan para leluhur. Budaya seperti ini harus terus dikenalkan kepada generasi penerus,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan pelestarian budaya dapat terus dilaksanakan secara konsisten sehingga tradisi masyarakat Desa Cikeusal tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Malam Hari Dimeriahkan Pagelaran Wayang Kulit Tidak berhenti pada kegiatan Sedekah Bumi, suasana kebersamaan masyarakat Desa Cikeusal berlanjut pada malam hari dengan pagelaran wayang kulit.

Pagelaran seni tradisional tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus bagian dari upaya Pemerintah Desa Cikeusal dalam mempertahankan kesenian tradisional Jawa yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Masyarakat dari berbagai kalangan turut menikmati pertunjukan wayang kulit. Selain menjadi hiburan, pagelaran tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional yang merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Kang Dedi berharap kegiatan budaya seperti Sedekah Bumi dan pagelaran wayang kulit dapat terus dipertahankan dan menjadi agenda yang mampu memperkuat identitas serta kebersamaan masyarakat Desa Cikeusal.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan. Kita ingin budaya dan tradisi leluhur tetap hidup, dikenal anak-anak muda, serta menjadi kebanggaan masyarakat Desa Cikeusal. (Nuhman)