by

Sambut Isra Mi’raj Masjid Ashabul Kahfi Pengauban Gelar Rajaban

Indramayu, korankabarnusantara.co.id

Tradisi berbeda untuk memperingati Isra Mi’raj. Tradisi tersebut berkenaan dengan perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sehari semalam untuk menerima perintah salat 5 waktu yang dilaksanakan oleh umat muslim di seluruh Dunia.

Tradisi yang biasa dilaksanakan oleh masyarakat desa Pengauban Kec. Lelea Indramayu, dalam memperingati perayaan hari besar Islam tersebut yaitu melalui tradisi Rajaban, Pada Minggu Malam (13/04/2021).

Kuwu Pj. Pengauban Maksudi mengatakan, tradisi Rajaban dilaksanakan sebagai pengingat agar umat Islam tidak lupa akan jati diri dalam menjalani kehidupan, dan diharap bisa lebih teliti serta hati-hati dalam setiap jengkal aspek kehidupan karena semuanya merupakan kendali ridha Illahi.

menurutnya didalam rajaban ada nilai vital yang menyadarkan semua warga yang hadir tradisi Rajaban tentang kewajiban bersyukur kepada Allah SWT.

Selanjutnya nilai spritual berkenaan dengan pengetahuan yang didapatkan mengenai kebenaran dan kebatilan yang tertulis dalam Isra Mi’raj.

“Sementara nilai yang tertinggi dalam pelaksanaan tradisi Rajaban tentunya sebagai sebuah upacara atau ritual penyembahan kepada Allah SWT,” ucapnya

Ketua DKM Masjid Ashabul Kahfi Abdul Rojak mengatakan, untuk menetapkan Iman Islam dan tetap patuh untuk menjaga prokes sehingga terhindar dari mancabala virus corona.

Rajaban diawali dengan membaca barjanji ( marhaban), selain itu acara di hadiri oleh tokoh masyarakat, santri, tokoh nahdiyin, warga masyarakat dan seluruh Calon kuwu desa Pengauban. Kegiatan tersebut diakhiri doa bersama supaya terhindar dari virus Corona ( Covid 19).

( Idi. S )

Kabar Nusantara Online