Pangandaran, korankabarnusantara.co.id – Menggandeng fungsi pelayanan sosial kedokteran, Kepolisian Resor (Polres) Pangandaran mengintensifkan pendekatan humanis menjelang peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. Melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), Polres Pangandaran menggelar aksi bakti kesehatan berupa pemeriksaan medis gratis bagi masyarakat di Mapolsek Sidamulih, Selasa (23/06/2026) pagi.
Agenda taktis ini dilaksanakan di bawah komando Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H., S.I.K., M.Si., M.I.K., dan dikoordinir langsung di lapangan oleh Kasidokkes Penata Ni Marta Yosie, AMK, beserta jajaran tim medis internal Polres Pangandaran.
Sirkulasi pelayanan kesehatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini didesain sebagai bentuk kehadiran nyata negara dalam memfasilitasi kebutuhan dasar warga di tingkat tapak. Langkah jemput bola ini ditujukan untuk memangkas jarak birokrasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedesaan.
Dalam sirkulasi pemeriksaan tersebut, tim medis Sidokkes menerapkan prosedur skrining kesehatan komprehensif. Warga yang hadir menerima layanan cek berkala yang meliputi:
-
Pemeriksaan Tanda Vital: Meliputi pemantauan tekanan darah (tensi), denyut nadi, sirkulasi respirasi, dan suhu tubuh.
-
Pemeriksaan Laboratorium Sederhana (Skrining Metabolik): Meliputi pengecekan kadar gula darah, asam urat, hingga parameter kolesterol.
Tidak sebatas melakukan tindakan medis hulu, petugas Sidokkes juga membuka forum konsultasi klinis serta memberikan edukasi promotif mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah preventif ini diaplikasikan untuk meningkatkan kesadaran mandiri warga dalam mengontrol potensi penyakit tidak menular (PTM) sejak dini.
Berdasarkan data registrasi panitia, tercatat sebanyak 48 warga lokal dari berbagai kluster usia antusias mengikuti sirkulasi pemeriksaan kesehatan gratis ini hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan dieksekusi dengan standar operasional yang aman, tertib, dan kondusif.
“Aksi bakti kesehatan ini merupakan manifestasi dari doktrin pelayanan kepolisian yang humanis. Momentum Hari Bhayangkara Ke-80 wajib diisi dengan program konkrit yang berdampak linear pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan hubungan kemitraan organik antara Polri dan warga di wilayah hukum Pangandaran terjalin semakin kokoh,” urai AKBP Ikrar Potawari secara terpisah.
Intervensi sosial yang dikombinasikan dengan komunikasi dialogis ini terbukti efektif dalam mendongkrak grafik indeks kepercayaan publik (public trust). Polres Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus mempertahankan stabilitas Kamtibmas yang dibarengi dengan aksi-aksi humanis demi mewujudkan postur kepolisian yang Presisi dan responsif.
(Sarman)













