by

Ratusan Gadis dan Jejaka Lelea Mengikuti Prosesi Adat Ngarot

-Budaya-130 views

Indramayu, KN

Ratusan remaja putri dan jejaka di Desa Lelea Kec. Lelea Kab. Indramayu Jawa Barat mengikuti prosesi adat Ngarot, pada Rabu ( 18/12/2019). Mereke dirias rambutnya diselimuti beragam jenis bunga, sedangkan para Jejaka mengenakan baju komboran berwarna hitam lengkap dengan ikat kepala. Upacara adat Ngarot merupakan satu tradisi turun temurun di Desa Lelea, yang digelar sebelum musim tanam tiba. Peninggalan leluhur yang diolah secara turun-temurun oleh Kepala Desa Lelea, harus dilakukan oleh gadis perawan dan Jejaka.

Setelah remaja putri dirias, mereka dikumpulkan dirumah kepala desa untuk kemudian diarak ke sepanjang jalan desa lelea menuju balai desa untuk mengikuti prosesi penyerahan bagi para kasinoman ( pemuda- pemudi).

“Ngarot berasal dari bahasa Sunda yaitu ‘ngaleueut’ atau minum, tapi ada juga yang bilang dari bahasa Sansekerta ‘ngaruat’ yang berarti bebas dari kutukan dewa.

Kuwu Desa Lelea Raidi dalam sambutannya mengatakan, tradisi Ngarot memiliki arti ucapan syukur terhadap datangnya musim tanam.
Lanjut Raidi, Ngarot diikuti muda-mudi di Desa Lelea yang masih perawan dan perjaka. Tradisi tersebut bermaksud mengumpulan para pemuda-pemudi yang akan diberi tugas bertani.
“Tradisi Ngarot, merupakan adat turun temurun hingga kini,”ujar Raidi.

Selain itu, tradisi ngarot ini bertujuan untuk membina pergaulan yang sehat, agar saling mengenal saling menyesuaikan sikap, tingkah laku yang sesuai dengan adat budaya.

Camat Lelea Hatta Dirja SSPT, kepada KN mengatakan, Tradisi Ngarot ini sudah menjadi ciri khas dari Indramayu, terutama pada gadis Ngarot yang tiap tahunnya menjadi ikon Festival saat perayaan hari jadi Kabupaten Indramayu. Pakaian gadis Ngarot pun menjadi pakaian tradisional khas Indramayu. Hal ini menjadi daya tarik dari budaya masyarakat Lelea, tradisi ini memiliki keberagaman budaya yang dapat menjadi wisata edukasi bagi keluarga juga para turis mancanegara.

Pantauan KN disela acara Ngarot, sebelum memasuki balai desa Kedatangan peserta Ngarot disambut dengan musik gamelan khas Indramayu.
Selain itu, tampak Acara tersebut dipadati ribuan warga. Mereka tampak antusias menyaksikan arak-arakan Ngarot.
Di Balai Desa Lelea.

Muda-mudi peserta Ngarot menerima beberapa sarana pertanian dari Kepala Desa. Di antaranya, bibit padi, kendi, pupuk, cangkul, dan lainnya.
Tradisi adat ngarot merupakan kegiatan yang digagas Ki Kapol sebagai agenda tahunan yang disebut Ngarot. Pengolahan sawah wakaf dari Ki Kapol itu pun dilakukan oleh kalangan pemuda-pemudi Desa Lelea.
“Tradisinya masih bertahan dan sawahnya juga dikelola turun-temurun setiap kepala desa yang memimpinnya. Hingga saat ini pengolahan sawah wakaf Ki Kapol dilakukan oleh seluruh warga Desa Lelea, tidak hanya kalangan muda-mudinya saja.
Setiap musim panen, hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan Ngarot dan beberapa adat tradisi lainnya di Desa Lelea.

Setiap Kepala Desa yang memimpin Desa Lelea pun harus melaksanakan seluruh kegiatan adat Masyarakat Desa Lelea.
Upacara Ngarot terdiri dari tiga bagian, yakni arak-arakan, seserahan dan pesta pertunjukan. (idi. S)

Kabar Nusantara Online