PT Nedya Karya Gelar Sosialisasi Pekerjaan RIMP

Indramayu, KN

PT. Nidya karya (persero) gelar sosialisasi pekerjaan Rentang Irigation Modernization Project (RIMP) ICB Package LSS-03 di Desa Tunggulpayung, Kecamatan Lelea, Indramayu.

Kuwu Tunggulpayung Sujaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa penduduk Desa Tunggul Payung, Kecamatan Lelea, mayoritas masyarakatnya adalah petani dengan kehidupan sederhana, itulah potret sebuah desa yang terletak diujung Selatan kurang lebih 40 KM dari Kota Mangga Indramayu.

“Jumlah penduduk kurang lebih 10.000 jiwa, luas lahan pertanian 1000 ha, hanya mengharapkan turunnya hujan, bendungan Situ Bolang dan bendungan Cilengkrang sebagai harapan petani, kadang-kadang tak berair membuat para petani sering sekali kesulitan untuk mendapatkannya,” ungkap Sujaya.

Bisa mendapatkan air hanya dengan cara menggunakan pompa, namun demikian biaya yang dikeluarkan para petani cukup besar, dalam satu musim mengeluarkan lima ratus ribu per ha,  belum biaya pemeliharaan padi dari mulai pengelolaan sampai panen sangat tinggi.

Sedangkan salah satu tolak ukur pasokan beras nasional adalah Indramayu, termasuk Desa Tunggulpayung dan Desa-desa lainnya, Jika produksi Indramayu hebat dan melejit, berarti pasokan beras nasional aman, begitupula sebaliknya.

“Indramayu adalah sentra produksi beras nasional tertinggi. Diharapkan Indramayu tidak hanya sekadar bisa mempertahankan, tetapi juga bisa meningkatkan produktivitas padi dan produksi beras, tetap menjadi pemasok beras utama nasional,” tuturnya.

“Oleh karena itu, adanya Rentang Irigation Modernization Project (RIMP) dapat memasok air dari saluran induk Barat ke bendungan Cilengkrang atau bendungan situ bolang,” harapannya.

Mengapa saya sampaikan demikian, kata Sujaya. Pemdes merupakan ujung tombak pembangunan disegala bidang, termasuk bidang pertanian. Hal itu dibuktikan Kustama salah satu petani Tunggulpayung dalam menyampaikan aspirasinya,  di tengah acara sosialisasi pekerjaan RIMP yang akan dilaksanakan oleh PT Nidya karya, bagaikan api disiram dengan bensin.

Karena sudah lama menunggu dan merindukan proyek ini, sebagai obat para petani yang selalu mengharapkan
lahan tadah hujan dicetak jadi lahan teknis.

Harapanya pintu air BT 8 digeser ke Barat, agar air dapat mengalir ke saluran tersier  yang baru saja usai di bangun oleh Pemdes Tunggulpayung.

Senada apa yang disampaikan ketua kelompok tani sahabat alam Desa Tunggulpayung, Kecamatan Lelea,  Waryana mengatakan, “Untuk meningkatkan produktivitas padi dan beras di Indramayu, satu-satunya harapan,  hanya satu cara lahan tadah hujan di Desa Tunggulpayung blok Telaga Dua, Mencil dan blok Kamu di cetak menjadi lahan teknis apapun caranya dan kebijakan pihak terkait yang terlibat dalam proyek ini,” katanya.

(Lilik r)

Kabar Nusantara Online