Kabar Polisi

Pondasi Jembatan Putus Akibat Hujan Deras, Polsek Cisurupan dan Warga Bahu-Membahu Evakuasi Truk

130
×

Pondasi Jembatan Putus Akibat Hujan Deras, Polsek Cisurupan dan Warga Bahu-Membahu Evakuasi Truk

Sebarkan artikel ini

Garut, korankabarnusantara.co.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut memicu kerusakan infrastruktur vital. Jembatan penghubung antara Desa Cintaasih dan Desa Sukatani, Kecamatan Cisurupan, mengalami putus pondasi pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Insiden yang terjadi di Kampung Cibeureum RT 03 RW 02 ini menyebabkan akses transportasi terputus total dan satu unit truk pengangkut pasir bernomor polisi Z 8952 FZ terperosok ke dalam area pondasi yang ambles.

Menerima laporan warga, jajaran Polsek Cisurupan segera menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan lokasi. Kapolsek Cisurupan, AKP Yulius Siswantoro, memimpin langsung pengecekan guna memastikan tidak ada potensi kecelakaan lanjutan di area tersebut.

“Fokus utama kami adalah pengamanan lokasi dan memastikan keselamatan warga. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp350 juta, mencakup kerusakan infrastruktur jembatan serta kendaraan yang terdampak,” jelas AKP Yulius.

Menurut keterangan saksi mata, hujan deras yang mengguyur sejak dini hari memicu peningkatan debit air sungai secara drastis. Pondasi jembatan yang diduga sudah mengalami kelelahan struktur tidak mampu menahan tekanan air, hingga akhirnya ambles saat sebuah truk melintas di atasnya.

Langkah Penanganan Darurat:

  • Penutupan Akses: Petugas bersama perangkat desa menutup total akses jalan demi keamanan.

  • Koordinasi Lintas Sektoral: Bhabinkamtibmas Desa Sukatani telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui dinas terkait untuk percepatan perbaikan jembatan.

  • Evakuasi Kendaraan: Dilakukan upaya gotong royong bersama warga untuk mengevakuasi truk yang terperosok.

Kapolsek Cisurupan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

“Kami meminta masyarakat selalu memperhatikan kondisi cuaca dan menghindari jalur rawan longsor maupun banjir. Sinergi antara kepolisian dan warga sangat dibutuhkan untuk meminimalisir risiko bencana,” pungkasnya. (Risa)