Kabar Polisi

Polsek Dawuan Polres Majalengka Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir

373
×

Polsek Dawuan Polres Majalengka Evakuasi Ratusan Warga Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini

Majalengka, korankabarnusantara.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Dawuan pada Jumat (16/5/2025) sekitar pukul 16.15 WIB mengakibatkan Sungai Cikasarung/Ciputis meluap. Luapan air sungai tersebut merendam kawasan pemukiman warga di Blok Pesantren/Tahu dan Blok Jombol, Desa Dawuan, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka.

Luapan air yang mencapai kedalaman sekitar 4 meter itu menyebabkan sebagian rumah warga terendam banjir. Menanggapi kejadian tersebut, personel Polsek Dawuan Polres Majalengka langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi dan memberikan pertolongan kepada warga terdampak.

“Anggota langsung kami kerahkan ke lokasi untuk membantu para warga yang mengalami kebanjiran,” ujar Kapolres Majalengka AKBP Willy Andrian melalui Kapolsek Dawuan AKP Asep Saepudin.

Kapolsek Dawuan menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan sejumlah personel untuk membantu evakuasi warga dari rumah-rumah yang terdampak banjir. Jika personel yang ada belum mencukupi, AKP Asep Saepudin menyatakan siap menambah kekuatan dengan mengerahkan personel gabungan dari Polres Majalengka.

“Kami siapkan personel tambahan apabila Polsek Dawuan masih kuwalahan,” tegas AKP Asep.

Menurutnya, kehadiran anggota Polri di lokasi bencana merupakan bentuk nyata dari komitmen institusi kepolisian dalam memberikan bantuan kepada masyarakat dalam kondisi darurat.

“Ini adalah wujud implementasi bahwa Polri hadir di saat warga membutuhkan bantuan, khususnya dalam kondisi darurat seperti kebanjiran,” jelasnya.

Selain melakukan evakuasi, personel Polsek Dawuan juga membantu mendata dampak kerusakan yang terjadi. Diketahui sekitar 410 rumah warga terendam air, dengan rincian RW 005 sebanyak 180 rumah dan RW 006 sebanyak 230 rumah. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 20 hingga 30 centimeter.

Upaya bantuan dan pendataan terus dilakukan sebagai bentuk tanggap darurat terhadap bencana alam yang melanda kawasan tersebut.

(Nuhman)