Kabar Polisi

Polres Garut Galang Sinergi Lintas Sektor, Tanam Jagung Serentak di Lahan 37 Hektare Demi Swasembada Pangan 2026

16
×

Polres Garut Galang Sinergi Lintas Sektor, Tanam Jagung Serentak di Lahan 37 Hektare Demi Swasembada Pangan 2026

Sebarkan artikel ini

Garut, korankabarnusantara.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Garut secara resmi memulai gerakan Penanaman Jagung Serentak di wilayah Kabupaten Garut pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan strategis ini dipusatkan di lahan Jl. Ibrahim Adjie, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, sebagai langkah nyata mendukung Program Swasembada Pangan Nasional 2026.

Penanaman ini melibatkan kolaborasi intensif antara Polri, Pemerintah Kabupaten Garut, unsur Forkopimda, serta masyarakat petani lokal untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di daerah.

Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menjelaskan bahwa penanaman jagung ini dilakukan secara masif di berbagai titik wilayah hukum Polres Garut dengan total luas lahan mencapai 37,88 hektare.

Guna memastikan kesuksesan program ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut memberikan dukungan sarana produksi pertanian yang signifikan, meliputi:

  • Bantuan Benih: Sebanyak 525 kilogram benih jagung berkualitas unggul.

  • Tujuan: Meningkatkan produktivitas pertanian dan optimalisasi hasil panen petani di Jawa Barat.

Tidak hanya fokus pada aspek teknis pertanian, Kapolres Garut juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan paket bantuan sembako kepada para petani yang terlibat.

“Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mendorong peran aktif seluruh elemen warga dalam menjaga ketahanan pangan di daerah,” tegas AKBP Yugi.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Wakil Bupati Garut yang mewakili Bupati, serta unsur Forkopimda Kabupaten Garut. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa pembangunan pertanian berkelanjutan merupakan prioritas bersama di Kabupaten Garut.

Langkah Konkret Mewujudkan Swasembada:

  1. Optimalisasi Lahan Tidur: Mengubah lahan yang kurang produktif menjadi lahan pertanian jagung.

  2. Sinergi Instansi: Menghapus sekat antar-lembaga demi keberhasilan program strategis nasional.

  3. Pendampingan Petani: Memastikan proses dari penanaman hingga panen berjalan efektif melalui koordinasi lapangan.

Diharapkan, hasil panen dari gerakan serentak ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi kerakyatan dan menjadi pilar kuat dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional pada tahun 2026.

(Risa)