by

Pemdes Desa Legok Kecamatan Lohbener Gelar Tradisi Adat Budaya Sedekah Bumi

Indramayu – Sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas semua karunianya yang diberikan, masyarakat Desa Legok Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, menggelar acara adat Sedekah Bumi, Rabu (24/11/2021).

Kuwu Desa Legok, Arih Jaharih, mengatakan bahwa sedekah bumi adalah simbol penghormatan dan penghargaan masyarakat kepada alam sebagai karunia yang besar.

“Sekaligus juga sebagai doa permohonan masyarakat Desa Legok agar diberikan keselamatan, kesehatan, rizki yang melimpah, serta dijauhkan dari bala atau wabah yang sedang melanda Indonesia,” ujar Arih.

Pelaksanaan Sedekah Bumi yang biasanya sebagai ajang silaturahmi warga, kali ini sangat berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, lantaran warga harus menerapkan protokol kesehatan disebabkan pelaksanaanya masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Masyarakat desa Legok terus berusaha melestarikan tradisi sedekah bumi dengan membuat nasi tumpeng dan menggelar doa bersama, Tradisi tersebut dihadiri masyarakat yang berprofesi sebagai petani.

“Tradisi sedekah bumi telah menjadi salah satu ritual tradisional yang berlangsung secara turun-temurun,” kata Arih.

Sedekah bumi merupakan wujud syukur atas panen yang berlimpah, dan tradisi sedekah bumi merupakan warisan leluhur nenek moyang yang harus dilestarikan. Tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tapi kegiatan sedekah bumi ini juga menjadi media silaturahmi warga.

Dikatakannya Kuwu Legok mengungkapkan, bahwa tradisi sedekah bumi tidak hanya sebagai rutinitas atau ritual tahunan belaka. tetapi memiliki makna yang lebih. Melalui tradisi sedekah bumi, dia berharap agar sumber air untuk memulai masa tanam dapat mencukupi hingga masa panen mendatang.

“Tradisi turun temurun merupakan ungkapan syukur atas nikmat alam yang telah diberikan sehingga ini patut dilestarikan,” ujarnya.

Menurut Kuwu Arih sebagai Manusia memiliki kebebasan untuk berpikir sebab diberi akal sehat oleh Sang Pencipta. Tuhan juga menganugerahi manusia dengan nafsu. Sayangnya, nafsu sering mengarahkan manusia pada hal-hal merugikan.

Saat gairah nafsu lebih besar dibandingkan akal, maka besar juga kemungkinan seseorang berbuat khilaf.

Jadi, khilaf dapat diartikan sebagai suatu perbuatan yang dilakukan tanpa sengaja, bertindak tanpa melalui proses pikir panjang, apalagi terencana sebelumnya.

Menurutnya jangan menggunjing adalah membicarakan kekurangan orang lain, yang belum tentu benarnya. Menggunjing identik dengan menuduh hal-hal negatif.

Artinya: “Janganlah kalian menggunjingkan satu sama lain. bila ada kekurangan atau keluhan langsung saja. Sesungguhnya Allah itu Tawwab (Maha Penerima taubat) lagi Rahim (Maha Menyampaikan rahmat),” kata kuwu sambil merujuk QS [Al Hujurat: 12].

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” “Engkau membicarakan saudaramu dengan sesuatu yang dia benci,” jelasnya.

Acara ini dihadiri oleh masyarakat Desa Legok khususnya petani dan Perangkat Desa serta tokoh agama setempat, Sat Pol PP Kecamatan dan dinas terkait lainnya.

Guna mencegah klaster baru Covid 19, acara Sedekah bumi berlangsung didua lokasi yaitu blok Kedung, blok Saur dan di blok Kolot desa Legok, Kecamatan Lohbener, Kab. Indramayu.

(Idi S/Anton K)

Kabar Nusantara Online