by

Oknum UPT Wilayah III Jamblang Dinas PUTR Bidang Pengairan, Diduga Meminta Uang Konpensasi Sebesar 100 Juta

Cirebon, korankabarnusantara.co.id, Terkait penggarapan tanah milik negara yang di kelola oleh Oknum UPT Wilayah III Jamblang Dinas PUTR Bidang Pengairan yang letak lokasinya di desa Jamblang kecamatan Jamblang kabupaten Cirebon, pihak penggarap tanah meminta Uang konpensasi sebesar 100 Juta ke pihak pemerintah desa jika ingin menggarap tanah tersebut .

Ironisnya lagi hal tersebut yang menyampaikan adalah Kepala UPT Wilayah III Jamblang bukan si penggarapnya yang notabennya datang secara pribadi ke rumah kediaman Yoyon Kristianto yang akrab di panggil Yoyon Kuwu desa Jamblang,” tandas yoyon dalam acara audensi di kantor Dinas PUTR kabupaten Cirebon.

Dalam audensi tersebut  lebih jauh yoyon memaparkan dan mempertanyakan regulasi permohonan penggarapan tanah seperti apa agar pihaknya ada kejelasan karen pihaknya sudah mengirimkan surat sebanyak dua kali namun sangat di sayangkan surat tersebut tidak pernah ada balasan dari pihak Dinas PUTR kabupaten Cirebon .

Dalam audensi tersebut pihak perwakilan dari UPT. Wilayah III Jamblang mengakui dan membenarkan bahwa saya bersama Kepala UPT pernah bertandang ke rumah Kuwu desa Jamblang dan menyampaikan permintaan dana konpensasi sebesar 100 Juta.

Sementara itu ketika dimintai tanggapan oleh awak media terkait permintaan dana konpensasi senilai 100 Juta oleh penggarap tanah yang di sampaikan kepala UPT pengairan wilayah III Jamblang Sdr. Gugun Sanika Kasubag Keuangan dinas PUTR kabupaten Cirebon tidak mau berkomentar alias No comment.

Menanggapi hal tersebut, Herman salah satu tokoh masyarakat desa Jamblang yang juga Ketua LSM PP & KES kabupaten Cirebon dalam audiensi tersebut menyerahkan sepenuhnya kepada dinas dan meminta agar pihak Dinas mengabulkan permohonan dari pemerintah desa Jamblang,” tegasnya.

Menanggapi adanya permintaan dana konpensasi dari pihak penggarap yang di sampaikan oleh oknum kepala UPT Pengairan Wilayah III Jamblang kepada Kuwu, beliau menjelaskan  kepada awak media bahwasanya kami menduga kuat ada kongkalikong antara penggarap dengan kepala UPT terlebih dalam  menyampaikan hal tersebut secara pribadi atau dengan tidak resmi dengan mendatangi ke rumah kediaman kuwu desa Jamblang,” pungkasnya.

( Wastija )

Kabar Nusantara Online