by

Nikmati Keindahan Gunung Rinjani

Lombok, korankabarnusantara.co.id – Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Gunung Rinjani terletak dibagian dari Kepulauan Sunda Kecil, dengan koordinat geografis 8°24′52″LS 116°27′35″BT. Ketinggian Gunung Rinjani adalah 3.726 meter diatas permukaan laut (Mdpl). Gunung Rinjani merupakan satu dari gunung dengan puncak tertinggi di Asia Tenggara, yang memiliki keindahan alam yang luar biasa.

Gunung Rinjani digolongkan sebagai gunung berapi somma, yakni sebuah stratovolcano, gunung berapi yang dibangun dari lapisan lava dan abu bergantian. Stratovolcano biasanya ditemukan di sepanjang zona subduksi (daerah di mana satu lempeng tektonik didorong di bawah lempeng tektonik lain ke dalam Mantel Bumi). Maka gunung Rinjani termasuk dalam golongan gunung berapi somma.

Puncak Gunung Rinjani adalah 3726 mdpl. Secara teknis Gunung Rinjani berada di Lombok Utara, secara adminitrasi terletak di wilayah Kabupaten Lombok Utara. Pada puncak gunung rinjani, pendaki dapat melihat keindahan alam yang luar biasa.

Gunung Rinjani terbentuk ketika Gunung Samalas meletus, dalam bentuknya yang sekarang, Gunung Rinjani dan danau kawahnya yang besar diperkirakan terbentuk ketika Gunung Samalas meletus pada tahun 1257. Letusan ini dalam skala kolosal, dan diyakini telah berkontribusi pada periode pendinginan global dan zaman es mini.

Gunung Barujari (yang terletak di danau kawah, Segara Anak) adalah bagian aktif dari sistem vulkanik bersejarah ini. Aktivitas vulkanik yang membentuk Gunung Rinjani disebabkan oleh penunjaman kerak samudera Indo-Australia di bawah Kepulauan Sunda Kecil (sebuah kepulauan di mana Lombok adalah bagiannya).

Diyakini oleh ahli geologi bahwa Gunung Samalas berdiri di sebelah Gunung Rinjani. Terlebih ada tekanan dalam ruang magma di bawah Samalas naik ke titik yang mulai memecahkan batu diatasnya. Ketika magma keluar dari Samalas, ruang dibawahnya sebagian dikosongkan. Tanpa ada yang menopang beratnya Gunung Samalas diatas, gunung itu runtuh dengan sendirinya.

Pada puncaknya, letusan Samalas menyemburkan lebih dari satu juta ton material per detik. Selama keruntuhan akhir gunung, enam mil kubik abu dan batuan vulkanik membentuk aliran piroklastik raksasa yang meluncur turun menuju pantai dengan kecepatan lebih dari 125 mil per jam. Awan vulkanik yang sangat besar mulai menyelimuti seluruh dunia, ini adalah peristiwa dahsyat dan diperkirakan lebih besar dari letusan Krakatau.

Gunung Rinjani terakhir meletus pada tahun 2016. Letusan skala kecil Gunung Barujari (yang terletak di Danau Segara Anak) menghasilkan gumpalan abu yang naik 2 km di atas kawah. Gunung Rinjani terakhir meletus tepatnya pada 27 September 2016.

Aktivitas meletusnya gunung Rinjani mengganggu perjalanan udara di wilayah tersebut.Tetapi, saat meletusnya gunung Rinjani ini tidak menyebabkan adanya korban jiwa atau luka akibat letusan tersebut.

Gunung Rinjani cukup aman untuk didaki. Ini bukan gunung teknis, dengan jalur yang sudah mapan dan mudah diikuti. Meskipun ada beberapa bagian curam di mana Anda harus berhati-hati, penggunaan tali tidak diperlukan. Rute utama dilalui oleh ribuan turis setiap tahun, banyak diantaranya bukan pendaki gunung berpengalaman.

Danau Segara Anak adalah hasil letusan Gunung Rinjani pada masa purba. Saat itu, diperkirakan Gunung Rinjani memiliki ketinggian 5.000 mdpl, dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup. Bekas letusan dahsyat yang terjadi membentuk sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air.

Pada 1994, permukaaan danau terangkat naik karena aktivitas letusan Gunung Rinjani. Lalu, muncul gunung baru atau Anak Gunung Baru Jari, yang kemudian memperkuat daya tarik wisatawan untuk mendaki Gunung Rinjani.

Adanya aktivitas vulkanik, kemudian membuat Gunung Baru Jari terus bertambah tinggi. Saat ini tingginya diperkirakan ±2.300 mdpl dan mempunyai kawah aktif berukuran ±170 meter x 200 meter.

Gunung Rinjani juga dianggap sebagai tempat suci oleh masyarakat Pulau Lombok khususnya masyarakat Hindu. Setiap tahun ribuan umat Hindu melakukan sembahyangan di areal Danau Segara Anak yang dikenal dengan upacara “Mulang Pakelem”.

Lebih lanjut banyak masyarakat Lombok datang ke areal Danau Segara Anak untuk tujuan berobat. Mereka melakukan ritual pengobatan dengan berendam di air panas dan di Danau Segara Anak. Beberapa sumber air panas yaitu Aik Kalak, Pinggiran Danau Segara Anak maupun di beberapa gua.

Tak hanya panorama alam, keanekaragaman flora dan fauna yang berada di kawasan taman nasional juga menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Selain terdapat satu jenis mamalia endemik, yaitu Musang rinjani (Paradoxurus hermaproditus rinjanicus), Celepuk rinjani (Otus jolandae) dikawasan ini juga terdapat Kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), Lutung budeng (Trachypithecus auratus javanica), dan beberapa jenis reptilia.

Sedangkan jenis tumbuhan yang bisa ditemui disini diantaranya Jelutung (Laportea stimulans), Dedurenan (Aglaia argentea), Beringin (Ficus benjamina), Jambu-jambuan (Syzgium sp.), dan 2 jenis anggrek endemik yaitu Perisstylus rintjaniensis dan P. Lombokensis.

Untuk bisa merasakan petualangan di Gunung Rinjani, ada empat jalur yang biasanya dilalui oleh para turis atau pun pendaki, yaitu jalur Desa Sembalun, Desa Senaru, Timbanuh dan Aik Berik. (jar/berbagai sumber)

Kabar Nusantara Online