Kabar Polisi

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan Raih Gelar Doktor, Disertasi Mendalam Soroti ‘Dunia Hidup’ Polisi di Mesuji

95
×

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan Raih Gelar Doktor, Disertasi Mendalam Soroti ‘Dunia Hidup’ Polisi di Mesuji

Sebarkan artikel ini

Bandung, korankabarnusantara.co.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, berhasil meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang disertasi di Universitas Airlangga pada Senin (3/11/2025). Disertasinya berjudul “Cerita dari Mesuji: Studi Fenomenologi tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik”.

Di hadapan para penguji, Irjen Rudi memaparkan analisis mendalam mengenai tantangan menjadi polisi yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas di wilayah Mesuji, perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan, yang sarat dengan konflik agraria, trauma sejarah, dan ketegangan sosial yang meluas.

Irjen Rudi menggunakan kacamata fenomenologi Edmund Husserl untuk memahami pengalaman hakiki menjadi polisi di Mesuji. Ia menjelaskan konsep Lebenswelt (dunia kehidupan), yang merujuk pada dunia pengalaman sehari-hari yang dialami individu.

Menurutnya, dunia hidup polisi di Mesuji bukanlah sekadar dunia institusi dan peraturan, tetapi dunia konkret yang penuh paradoks:

“Di luar pagar rumahnya, ada masyarakat yang mungkin melihatnya bukan sebagai pelindung, tapi sebagai bagian dari kekuasaan yang jauh, angkuh, berjarak, dan gagal memahami warga asli Mesuji sebagai entitas yang memiliki identitas partikular dengan kehormatan diri dan martabat,” ujar Irjen Rudi.

Disertasi tersebut menyoroti bahwa polisi di Mesuji hidup di antara dua tarikan besar:

  • Satu Sisi: Sebagai penegak hukum, simbol negara, dan pelaksana aturan.
  • Sisi Lain: Sebagai individu yang bergulat dengan rasa sepi, terancam, ketakutan, keterbatasan sarana, dan dilema moral.

Irjen Rudi juga memaparkan bahwa identitas personal, profesional, dan sosial polisi di Mesuji tidaklah tetap, melainkan terus berubah melalui interaksi di lingkungan yang kompleks.

“Identitas personal polisi bukanlah seragam atau pangkat, melainkan rasa tanggung jawab yang mengakar pada pengalaman batin: ‘saya ada karena tugas, tetapi tugas itu juga menguji siapa saya sebenarnya’,” jelasnya.

Melalui disertasinya, Irjen Rudi Setiawan menunjukkan betapa kompleksnya realitas sosial di Indonesia, di mana penegak hukum seringkali berhadapan dengan cermin diri sendiri, ketimpangan, alienasi, dan pencarian legitimasi moral dalam menjalankan tugas.

(Sarman)