by

Jutaan Situs Berbahaya Diblokir Kominfo

Jakarta, korankabarnusantara.co.id

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir sebanyak 2,2 juta situs yang memiliki konten negatif atau berbahaya dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.  Pemblokiran itu dilakukan, untuk menjaga ruang digital dalam negeri tetap bersih dari konten-konten di atas.

“Sampai hari ini sudah ada 2,2 juta situs yang telah di take down oleh pemerintah. Situs tersebut, memiliki konten negatif yakni pornografi, judi, hoaks, radikalisme, prostitusi, dan lain sebagainya,” kata Juru Bicara Menteri Kominfo, Dedy Permadi, Senin (22/3/2021).

Dari jumlah di atas, secara detail sebanyak 176 ribu situs yang memuat konten prostitusi dan pornografi telah di blokir oleh Kominfo. Hal tersebut, dilakukan oleh pihaknya, sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam melakukan pemblokiran itu.

Menurut dia, Kominfo telah membentuk tim yang khusus mengawasi setiap konten yang berada di berbagai aplikasi platform digital. Tim yang bertugas dalam mengawasi ruang digital tersebut melakukan pengawasan atau patroli di ruang digital selama 24 jam setiap harinya.

Tim tersebut akan melakukan kegiatan blokir kepada akun atau situs yang terindikasi memiliki konten negatif. Dan juga akan melurus setiap  informasi yang tidak benar atau negatif yang dimiliki oleh suatu situs maupun akun.

“Tim tersebut bekerja 24 jam nonstop melakukan pengawasan dan juga identifikasi konten negatif,” katanya.

Semua upaya yang dilakukan oleh Kominfo, lanjut Dedy, akan lebih efektif jika didukung oleh partisipasi masyarakat secara aktif. Dengan begitu, upaya pemberantasan situs atau akun yang memiliki konten negatif dapat dilakukan secara optimal dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah telah menyediakan berbagai kanal yang diperuntukkan untuk melaporkan indikasi adanya informasi yang tidak benar atau konten negatif. Dari berbagai kanal dari mulai media sosial hingga situs-situs bisa langsung dilaporkan masyarakat.

“Perlu partisipasi masyarakat dalam melakukan pemblokiran akun atau situs yang memiliki konten negatif,” tuturnya. (atta/rls)

Kabar Nusantara Online