Kabar Polisi

Jaga Toleransi Nataru, Kapolres Pangandaran Gelar Dialog Kamtibmas dengan Tokoh Lintas Agama

82
×

Jaga Toleransi Nataru, Kapolres Pangandaran Gelar Dialog Kamtibmas dengan Tokoh Lintas Agama

Sebarkan artikel ini

Pangandaran, korankabarnusantara.co.id – Menjelang pelaksanaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Polres Pangandaran menggelar silaturahmi dan Dialog Kamtibmas bersama tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan organisasi kemasyarakatan pada Selasa (02-12-2025). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari Operasi Lilin Lodaya 2025.

Kapolres Pangandaran menegaskan bahwa pengamanan maksimal disiapkan untuk menjamin kenyamanan masyarakat, terutama umat Kristiani yang akan beribadah Natal, mengingat peningkatan aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan menjelang akhir tahun.

Melalui dialog ini, Kapolres meminta masukan dari tokoh agama terkait potensi kerawanan dan menekankan beberapa poin kunci:

  • Segera melaporkan jika menemukan berita hoaks bernuansa SARA.

  • Meningkatkan pengamanan di tempat ibadah pada malam dan hari Natal.

  • Menjaga kelancaran arus lalu lintas di kawasan wisata dan jalur utama.

Kapolres menekankan bahwa keberhasilan pengamanan sangat bergantung pada kerja sama seluruh unsur masyarakat. Ia meminta tokoh agama membantu mengimbau umat untuk menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi demi menciptakan suasana Natal yang damai dan penuh toleransi.

FKUB Kabupaten Pangandaran menyambut baik inisiatif ini, menegaskan bahwa kerukunan adalah komitmen yang diwujudkan melalui dialog berkelanjutan. FKUB bahkan menyampaikan rencana pelaksanaan doa lintas agama sebagai bentuk dukungan terhadap Operasi Lilin Lodaya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Pangandaran memberikan dukungan penuh dengan tiga komitmen utama:

  1. Siap bersinergi dengan Polres Pangandaran dalam pengamanan ibadah Natal.

  2. Membantu meminimalisir potensi intoleransi, provokasi, dan penyebaran hoaks.

  3. Berkolaborasi dengan seluruh tokoh masyarakat untuk menjaga stabilitas sosial.

Langkah ini memperlihatkan sinergi kuat antara kepolisian dan tokoh masyarakat Pangandaran dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan menjunjung tinggi toleransi selama periode Nataru.

(Sarman)