by

Ini Perjalanan Borneo FC Arungi Liga Indonesia

-Olahraga-35 views

Jakarta, korankabarnusantara.co.id
Borneo Football Club atau lebih dikenal Borneo FC merupakan salah satu klub sepak bola profesional di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Klub ini dimiliki oleh H. Nabil Husein Said Amin. Borneo FC didirikan pada 7 Maret 2014. Kiprah Borneo FC di Liga Indonesia dimulai pada 2014, saat itu, Borneo FC ikut berkompetisi di Divisi Utama. Klub yang memiliki julukan Pesut Etam ini sukses promosi sekaligus menjadi juara pada kompetisi kasta kedua tersebut. Di babak final ini, Borneo FC mengalahkan Persiwa Wamena 2-1. Keikutsertaan Borneo FC pada kompetisi ini didapat setelah sebelumnya melakukan akuisisi terhadap klub Perseba Super Bangkalan.
Pada tahun 2015, Borneo FC mengawali kiprah perdana berkompetisi di level tertinggi Sepak Bola Indonesia dengan mengikuti Indonesia Super League 2015 atau dikenal dengan QNB League. Namun, kompetisi ini hanya memainkan dua pertandingan setelah PSSI sebagai induk organisasi tertinggi Sepak Bola Indonesia di banned oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia. Ditahun yang sama, Borneo FC mengikuti Piala Presiden 2015, pada pergelaran ini perjalanan Borneo FC terhenti di babak 8 besar. Masih di tahun yang sama, Borneo FC kembali mengikuti Piala Jenderal Sudirman. Pada ajang yang diikuti oleh tim terbaik di Indonesia itu, Borneo FC hanya mampu menembus babak semifinal.
Pada 2016, tim berjuluk Pesut Etam ini kembali menambah koleksi trofi setelah tampil sebagai juara Piala Gubernur Kaltim 2016 dengan mengalahkan Madura United 1-0 di babak final lewat perpanjangan waktu. Selang beberapa waktu kemudian, Borneo FC kembali mengikuti turnamen Piala Bhayangkara di Bandung, pada gelaran ini Pesut Etam gagal lolos dari fase grup.
Di tahun yang sama, kompetisi tidak resmi bertajuk Indonesia Soccer Championship (ISC) A atau dikenal dengan Torabika Soccer Championship (TSC) A digelar. Dalam kiprahnya, Borneo FC di akhir kompetisi berada di peringkat ke-9.
Di 2017 Borneo FC mampu menuai hasil membanggakan di awal tahun. Di ajang pra musim bertajuk Piala Presiden, Pesut Etam mampu menembus babak final. Namun, kekalahan 5-1 di babak final melawan Arema FC memupus harapan Borneo FC merengkuh trofi ketiga. Di tahun yang sama, Liga 1 2017 digulirkan. Ini merupakan kompetisi resmi pertama bagi Borneo FC setelah promosi pada tahun 2014 lalu. Pada kompetisi Liga 1 2017 atau yang terkenal dengan nama Gojek Traveloka Liga 1 2017 ini Pesut Etam finish di peringkat ke-8.
Setahun kemudian yakni pada 2018, Borneo FC gagal mempertahankan predikat juara bertahan di Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018. Di ajang ini Pesut Etam hanya mampu menembus babak semifinal.
Menghadapi Piala Menpora 2021, Borneo FC menatap dengan optimis. Pasalnya, pada gelaran Liga 1 2020 yang dihentikan akibat pandemi Covid-19, Borneo FC berada di urutan 3 klasemen sementara. Torehan prestasi itu menjadi modal penting, ditambah lagi rekrutan anyar para pemain. Wajar jika menjelang Piala Menpora jadi momentum buat klub berjulukan Pesut Etam itu untuk bisa bersaing di papan atas atau meraih gelar.
Dalam tiga musim terakhir, Borneo FC berada di papan tengah Liga 1. Pada 2017, mereka menghuni peringkat kedelapan dan dalam dua musim setelahnya konsisten di peringkat ketujuh.
Padahal, secara kualitas Borneo FC tak buruk-buruk amat. Mereka dihuni pemain lokal dan asing berkualitas yang bermain di bawah asuhan pelatih top. Sentuhan pelatih hebat Mario Gomes diyakini mampu mewujudkan asa juara. Pria asal Argentina itu memiliki segudang pengalaman yang diprediksi bakal membuat klub asal Kalimantan Timur itu berbahaya.
Presiden Borneo FC, Nabil Husein, yakin kembalinya Gomes bisa menghadirkan warna baru buat Borneo FC. Hal itulah yang diyakini bisa membuka peluang Borneo FC untuk bersaing memperebutkan gelar.
“Harapan kami dia bisa memberikan suasana tim dengan baik. Serta meningkatkan performa pemain muda,” tegas Nabil.
Stadion Segiri

Stadion Segiri, Markas Borneo FC

Kompleks Stadion Segiri dibangun pada masa yang bersamaan dengan pembangunan Balai Kota Samarinda pada sekitar tahun 1960-1970. Pada tahun 2005 dilakukan renovasi menyeluruh sebagai persiapan pelaksanaan PON XVII/2008. Stadion Segiri Samarinda ini dimiliki Pemerintah Kota Samarinda.
Stadion Segiri Samarinda sebelum menjadi kandang bagi Pusamania Borneo Football Club (PBFC), sebelumnya telah menjadi markas bagi klub Putra Samarinda pada tahun 1990-an dan Persisam Putra pada tahun 2000-an. Kedua klub tersebut kini dilebur menjadi satu dan bermarkas di Stadion Utama Kaltim, Palaran.
Stadion Segiri merupakan sebuah stadion yang berlokasi di pusat kota Samarinda, Kalimantan Timur. Merupakan salah stadion yang representatif yang dimiliki Kota Samarinda selain Stadion Utama Kaltim di Palaran dan Stadion Madya Sempaja di Jl KH Wahid Hasyim Sempaja.
Stadion Segiri Samarinda memiliki daya tampung 13 ribu penonton dari dua tribun yang mereka miliki. Tekstur tribun utara, selatan dan timur Stadion Segiri ini berdiri dalam satu bangunan. Sedangkan tribun barat, yang merupakan tribun tertutup atau biasa disebut tribun VIP yang memiliki 7.600 kapasitas tempat duduk.
Nama lengkap : Borneo Football Club
Julukan : Pesut Etam
Berdiri : 7 Maret 2014
Stadion : Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur
Kapasitas : 13.000
Pemilik : PT Nahusam Pratama Indonesia
Presiden : Nabil Hussein Said Amin (tim/bersambung)

Kabar Nusantara Online