Kabar Polisi

Hadiri Haflah Kempek, Wakapolda Jabar dan Kapolresta Cirebon Perkuat Sinergitas Polri-Ulama

2
×

Hadiri Haflah Kempek, Wakapolda Jabar dan Kapolresta Cirebon Perkuat Sinergitas Polri-Ulama

Sebarkan artikel ini

Cirebon, korankabarnusantara.co.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus mengintensifkan pendekatan emosional dan kemitraan strategis dengan kluster tokoh agama. Guna memperkokoh stabilitas keamanan pasca-agenda makro daerah, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., menggelar kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Khas Kempek, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Minggu (14/06/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakapolda didampingi langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. Rombongan dinas ini disambut hangat oleh Pengasuh Ponpes Khas Kempek, KH. Muh. Musthofa ‘Aqiel Siroj, di kediaman utama kompleks pesantren.

Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran elite Forkopimda dan kepolisian, di antaranya Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag., Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr. Sophi Zulfia, S.H., M.H., Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., serta Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. 

Dalam dialog yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, Wakapolda Jabar menegaskan bahwa institusi pondok pesantren merupakan mitra sosiologis paling tangguh yang dimiliki Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pengaruh kultural ulama dinilai sangat efektif dalam meredam potensi polarisasi sosial.

“Ulama dan pesantren adalah pilar penentu dalam menjaga garis pertahanan moral bangsa. Lewat asuhan para kiai, santri tidak hanya dicetak melek ilmu agama, tetapi juga ditanamkan doktrin cinta tanah air (hubbul wathan minal iman). Kolaborasi taktis ini menjadi kunci untuk mendeteksi sekaligus menyelesaikan riak-riak sosial di tingkat bawah sebelum meluas menjadi gangguan kamtibmas,” urai Brigjen Pol. Adi Vivid.

Wakapolda menambahkan, arsitektur kamtibmas yang sejuk tidak akan bisa berdiri kokoh jika hanya mengandalkan penegakan hukum pidana formal (hard power). Dibutuhkan sentuhan edukasi moral (soft power) dari para ulama untuk membangun kesadaran hukum masyarakat secara organik.

Kunjungan kerja jajaran tinggi kepolisian ini juga dirangkaikan secara khusus untuk menghormati undangan agenda akademik religi pesantren, yakni Haflah Tasyakkur Khotmi Alfiyah Ibni Malik, Al-Qur’an Bin Nadzor, Al-Qur’an Bil Ghoib Juz Amma, dan At Taysir ke-5.

Apresiasi tinggi dilayangkan jajaran Polda Jabar atas konsistensi Ponpes Khas Kempek yang terus berkontribusi mencetak generasi muda qurani yang moderat dan berkarakter kebangsaan kuat.

Senada dengan Wakapolda, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan komitmennya untuk mempertahankan dan meningkatkan frekuensi komunikasi dua arah dengan seluruh simpul kiai dan tokoh lintas agama di wilayah hukum Kabupaten Cirebon.

“Polresta Cirebon menempatkan ulama sebagai penasihat spiritual sekaligus mitra strategis. Komunikasi yang harmonis ini adalah instrumen utama kami dalam merawat public trust (kepercayaan publik) terhadap institusi kepolisian. Kami berkomitmen menjaga wilayah Cirebon tetap kondusif, sejuk, dan aman melalui restu serta bimbingan para guru bangsa,” tegas Kombes Pol. Imara Utama.

Rangkaian kunjungan kerja dan seremonial haflah di bumi perkemahan Kempek ini berjalan dengan pengawalan taktis yang ketat, serta berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga rombongan bertolak kembali ke Mapolda Jabar.

(Nuhman)