by

Dugaan Penyalahgunaan Bantuan Bibit Padi Oleh Gapoktan Kampung Bedarau Indah Menjadi Sorotan Publik Dan Terus Berlanjut

Tulang Bawang, korankabarnusantara.co.id 

Kuat Santernya dugaan penyalahgunaan bantuan bibit padi oleh Gabungan Kelompok Tani Kampung Bedarau Indah Kecamatan Menggala Timur, viral di beberapa media online menjadi sorotan publik dan terus berlanjut.

Pasalnya, bantuan benih padi yang sebelumnya digadang-gadangkan oleh para petani setempat. Guna menunjang swasembada padi, malah justru menjadi sebuah misteri, lantaran keberadaan benih padi tersebut hingga saat ini di pertanyakan oleh para petani setempat.

“Boro-boro di bagikan, bentuknya saja hingga saat ini kami tidak tahu, sebab sama sekali kami tidak di libatkan, semestinya pihak yang mengelola bantuan tersebut harus lebih mengedepankan rasa keadilan untuk para petani kecil seperti kami,” ujar salah seorang warga setempat.

Menanggapi hal tersebut, ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pematank, Junaidi Romli merasa geram atas tindak kecurangan yang dilakukan oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab tanpa memikirkan kemaslahatan para rakyat kecil yang membutuhkan.

“Tentu kami dari lembaga sebagai kontrol sosial tidak akan berdiam diri, permasalahan ini akan terus kami tindak sampai ke akar-akarnya. Sebab dari kejadian ini banyak pihak yang dirugikan,” kata Junaidi menanggapi keluhan warga, Sabtu (25/09/21).

Tak hanya itu, dalam waktu dekat, kata Junaidi, bersama tim yang dibentuk pihaknya akan melaporkan perkara ini kepada pihak berwajib guna memberikan efek jera terhadap para oknum nakal yang terkesan mempermainkan kebijakan pemerintah.

“Sudah pasti, perkara ini akan kami laporkan kepada pihak penegak hukum, siapapun oknum yang terlibat bermain dalam hal ini mesti bertanggung jawab atas perbuatannya, ini baru bantuan padi yang menjadi sorotan jangan-jangan masih banyak kebijakan pemerintah lainnya yang di manfaatkan oleh segelintir oknum guna mencari keuntungan secara peribadi maupun bersamaan,” urai Junaidi.

Sebelumnya, Aang selaku sekretaris Gapoktan Bedarau Indah saat dipintai keterangan seolah buang badan dengan mengatakan tidak mengetahui berapa banyak bibit yang diterima dan berapa hektare lahan yang digunakan untuk bantuan tersebut.

“Entah saya juga nggak seberapa paham karena itu kelompok langsung yang mengelola, bahkan kelompok apa saja saya juga kurang mengerti karena ahir-ahir ini saya sering ngurusi ladang, coba nanti saya tanyakan dulu dengan kawan-kawan,” kata Aang.

Disisi lain, kepala kampung setempat, seolah menutupi bahkan melindungi atas tindak kecurangan tersebut, bahkan ia menyatakan bantuan benih padi itu sudah di bagikan dan telah di tanam.

“Bantuan benih padi itu sudah di bagikan bahkan sudah di tanam, termasuk saya juga sudah menanam,” kata kepala Kampung Bedarau Indah.

Disinggung titik lokasi penanaman, kepala kampung ini beralasan tidak mengetahui akibat jarang keliling kampung.

“Kalau lokasi saya tidak tau karena saya juga jarang keliling, yang pasti bantuan itu sudah terdistribusikan kepada penerimanya,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Tulangbawang, Endangson saat dipintai tanggapan melalui pesan whatsapp beberapa waktu lalu, alih-alih memberikan informasi dan menanggapi keluhan masyarakat, Kabid ini malah justru memblokir kontak whatsaap wartawan sehingga dari hal tersebut menjadi pertanyaan besar bahkan diduga ada aksi kong-kalikong di antara Gapoktan dan oknum dinas terkait.

Sebelumnya, menurut nara sumber terpercaya menjelaskan, bantuan benih padi yang di terima di Bedaro Indah kurang lebih mencapai 4 ton dengan penggunaan lahan 1 hektare sebayak 25 kilo gram benih.

“Bantuan itu kan jelas, meski diwaktu pengajuan oleh masing-masing kelompok, tapi semestinya Gapoktan wajib mengetahui programnya dan harus terbuka terhadap publik,” ucap sumber.

(Tim)

Incoming search terms:

  • padi msp hasil kelompok tani maguan berbek

Kabar Nusantara Online