Kabar Polisi

Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi Pencarian Bocah Hanyut di Sungai Cimanuk Resmi Ditutup

127
×

Ditemukan Meninggal Dunia, Operasi Pencarian Bocah Hanyut di Sungai Cimanuk Resmi Ditutup

Sebarkan artikel ini

Garut, korankabarnusantara.co.id – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim gabungan selama dua hari akhirnya membuahkan hasil. Jasad korban hanyut atas nama (Alm) Asep Supriatna (6) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Cimanuk, wilayah Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Penemuan ini mengakhiri operasi SAR yang telah berlangsung sejak korban dilaporkan hilang pada Kamis pagi di Kelurahan Muarasanding.

Jasad korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Polsek Garut Kota, Unit Reskrim, Tim SAR Sat Brimob, serta Tim Basarnas saat melakukan penyisiran radial di sepanjang aliran sungai. Lokasi penemuan berjarak beberapa kilometer dari titik awal korban dilaporkan terjatuh.

Kilas Balik Insiden:

  • Waktu Kejadian: Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

  • Titik Awal: Tepi Sungai Cimanuk, Kampung Sanding Lebak, Kelurahan Muarasanding.

  • Penyebab: Korban diduga terpeleset saat bermain di tangga tepi sungai dan seketika terbawa arus sungai yang sedang meningkat.

Pasca penemuan, tim gabungan segera mengevakuasi jasad korban untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Ibu korban, Dewi Yulianti (31), tampak sangat terpukul atas musibah yang menimpa putra tercintanya tersebut. Pihak kepolisian memastikan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan akibat faktor lingkungan.

Kapolsek Garut Kota, AKP Zainuri, S.Pd, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Dengan ditemukannya (Alm) Asep, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel ditarik kembali ke satuan masing-masing.

“Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian ini. Kembali kami ingatkan kepada seluruh orang tua, mohon tingkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama jika rumah berada di dekat bantaran sungai. Musibah seperti ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada di musim hujan,” tegas AKP Zainuri.

(Risa)