by

Bupati Ciamis Sosialisasikan Perpanjangan PPKM Level 4 Secara Virtual

Ciamis, korankabarnusantara.co.id

Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali berakhir pada Selasa 20 Juli 2021 kemarin. Pemerintah pusat akan memperpanjang pelaksanaan kebijakan tersebut sampai tanggal 25 Juli 2021 dengan tak lagi menggunakan kata “darurat” namun diubah dengan PPKM Level 4 Covid-19 Jawa dan Bali sesuai Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021.

Melansir dari channel Youtube Sekretariat Presiden mengumumkan bahwa Presiden RI Joko Widodo akan melakukan relaksasi penerapan PPKM level 4 (istilah sebelumnya PPKM Darurat) secara bertahap mulai tanggal 26 Juli 2021 sehingga pelaksanaan PPKM diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2021.

Menanggapi pengumuman tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama unsur Forkopimda Ciamis dan jajaran pemerintahan dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai Desa menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI. Rapat tersebut diselenggarakan secara virtual dari ruang video conference Kantor Bupati Ciamis, Rabu (21/7/2021).

Dalam arahannya Herdiat mengumumkan terkait kebijakan perpanjangan pembatasan mobilitas masyarakat yang disampaikan Presiden RI. Ia mengingatkan, setelah pelaksanaan PPKM Darurat usai nanti, bukan berarti pada kondisi new normal namun ada perubahan istilah PPKM Darurat menjadi PPKM yang diatur sesuai levelnya.

“Nanti bukan berarti kita new normal, tapi disamarkan dengan mengganti istilah PPKM Darurat dan PPKM mikro ditiadakan dan diganti PPKM Level 4. Ini berat bagi kita semua, tetapi harus mengikuti apa yang diharapkan pemerintah pusat, karena bagaimanapun kita bergantung ke pemerintah pusat dan memprioritaskan kesehatan masyarakat,” urainya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Ciamis berada di level 3, namun tracing Covid-19 belum menunjukan angka melandai malah meningkat sampai rata-rata 200 orang per hari. Sementara untuk Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Ciamis dan RSUD Kawali sudah over kapasitas.

“Penanganan Covid-19 di Ciamis belum menunjukan angka yang melandai secara signifikan malah ada peningkatan kasus sampai 200 orang per hari. Hal ini jangan dianggap sepele perlu diantisipasi. Kondisi RS yang over kapasitas pun harus ditangani secepatnya, karena bagaimanapun masyarakat dari daerah manapun harus mendapatkan perawatan atau harus diisolasi,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Herdiat mengajak masyarakat Ciamis agar ikut serta mensukseskan pelaksanaan vaksinasi agar membentuk kekebalan imunitas kelompok pada masyarakat.

“Sebagai upaya ikhtiar kita yang harus diperhatikan karena belum ada obat apapun yang bisa menghilangkan virus Covid-19, kita harus melaksanakan vaksinasi supaya ada penangkal agar tidak terlalu tajam kalau menyerang,” ucapnya.

Dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19, Herdiat menekankan 3 hal penting. Pertama, segera melaksanakan vaksinasi kepada seluruh masyarakat, dengan target capaian 70-80% masyarakat di vaksin. “Saat ini kita belum 10%, masyarakat Ciamis yang divaksin baru 7-8% jauh sekali dari target. Negara-negara lain sudah bebas buka masker dan berkerumunan dikarenakan vaksinasi sudah sampai 70-80%, mudah mudahan dropping vaksin segera datang dan masyarakat sadar divaksinasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kedua, Melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, dengan protokol 5M (mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan meminimalisir mobilitas). Ketiga, Herdiat mengajak masyarakat Ciamis gar selalu memohon perlindungan dan petunjuk kepada Allah swt.

“Pelaksanaan vaksinasi agar ditingkatkan agar mencapai target untuk membentuk kekebalan kelompok di masyarakat. Penerapan Prokes pun harus ditingkatkan dan paling utama yaitu selalu berdoa untuk memohon perlindungan Allah swt dari pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Terkait ketersediaan oksigen, Herdiat mengemukaan saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan. Dirinya setiap malam monitor ketersediaan oksigen di Ciamis, yang biasanya persediaannya tidak kurang dari 100 tabung saat ini hanya mendapat 20-40 tabung.

“Kita selalu menghemat tabung oksigen, karena oksigen sudah sulit didapat. Pemkab pun telah berupaya mencari di berbagai daerah seperti jakarta bandung dan daerah lainnya untuk memenuhi kebutuhan oksigen,” ucapnya.

Sebagai upaya penanganan dan pengelolaan kelangkaan oksigen ini Pemkab Ciamis telah membentuk Posko Pengendalian Ketersediaan dan Pendistribusian Oksigen di Kabupaten Ciamis. Posko tersebut dibentuk sesuai arahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sementara untuk ketersediaan ventilator dalam penanganan pasien Covid-19 di RSUD masih terbatas meskipun sebelumnya telah dilakukan beberapa unit. Sebagai upaya menanggulangi hal tersebut dirinya pun telah meng-instruksi kepala Dinas Kesehatan Ciamis agar segera menambahkan kebutuhan ventilator.

“Dengan sulitnya oksigen ini kita tidak mau masyarakat yang dibawa ke RS sampai tidak bisa ditangani. Saya sudah perintahkan dinas Kesehatan, agar semua ambulance di setiap puskesmas dan RS di Ciamis agar disiapkan ventilator. Mudah-mudahan dengan hal tersebut bisa membantu masyarakat,” katanya.

Herdiat mengingatkan, sekalipun PPKM Darurat sudah dicabut dan dihentikan nantiya pada tanggal 26 Juli 2021, ia tetap ingin Prokes tetap diterapkan karena kesehatan dan nyawa lebih penting.

Terkait pelaksanaan isolasi mandiri (Isoman), ia memaparkan bahwa tidak sedikit masyarakat yang melaksanakan isoman di desa rumahnya masing-masing bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan obat-obatan, keterbatasan tenaga medis, dan minimnya pengendalian pengawasan di tingkat desa, dusun, RT dan RW.

“Tidak sedikit mereka yang isoman keluyuran daa berkerumun dengan masyarakat banyak. Hal ini mengkhawatirkan kita semua, saya memiliki ide, karena isolasi di RSUD penuh, kita akan mencoba isolasi di tingkat kecamatan dengan memanfaatkan gedung sekolah yang saat ini libur. Yang memiliki gejala ringan diisolasi di Kecamatan dengan diawasi Camat, Kapolsek Danramil serta Kepala Desa agar turut serta memantau kondisi yang isoman,” paparnya.

Apabila isolasi dapat dilaksanakan dan isoman di tingkat kecamatan, Herdiat mengimbau agar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis agar berkoordinasi menyiapkan guru olahraga. Karena disamping isolasi jangan diam mengurung diri, namun para pasien itu jangan dibuat stress, perlu ada hiburan olahraga dan berjemur.

“Saya menghimbau Kadisbudpora Ciamis agar berkoordinasi dengan guru-guru olahraga apabila dilaksanakan isoman terpusat di Kecamatan untuk difasilitasi kegiatan olahraga,” imbaunya.

Selain itu, ia meminta bantuan para camat agar ketuk hati para agnia untuk membantu mereka yang melaksanakan isoman.

“Ajak para agnia agar ikut serta membantu warga yang melakukan isoman, karena kalau semua mengandalkan pemerintah itu sangat berat, APBD kita collapse dan hutang kita sudah besar,” ucapnya.

Bupati Ciamis ini pun menambahkan, dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 Pemerintah telah mengumpulkan dana sampai 2 milyar lebih yang bersumber dari infak para ASN Ciamis. Selain itu Pemkab pun telah menyalurkan bantuan berupa 10.000 paket beras untuk warga tak mampu dan PKL yang terdampak PPKM Darurat pada Jumat 17 Juli kemarin.

Terakhir ia mengajak kepada unsur pimpinan daerah sampai tingkat desa agar jangan lelah mensosialisasikan protokol kesehatan. Saat ini PPKM Darurat dilonggarkan, makan ditempat sudah bisa selama 30 menit dengan kapasitas 50% dari tempat duduk.

“Penanganan pandemi ini perlu dilakukan dengan kebersamaan dan bahu-membahu dengan semua elemen masyarakat. Mari bulatkan tekad memerangi pandemi Covid-19. Dengan pelonggaran PPKM Darurat ini diharapkan tidak Protokol Kesehatan agar tetap dilaksanakan,” tutupnya.

(Irwan)

Kabar Nusantara Online