by

Berburu ‘Malam Seribu Bulan”

Cirebon, korankabarnusantara.co.id – Tanpa terasa ramadhan telah memasuki 10 hari terakhir. Itu artinya, tinggal beberapa hari lagi kita akan berpisah dengan bulan penuh kemuliaan ini. Namun begitu, di 10 hari terakhir bulan puasa terdapat satu malam yang penuh kemuliaan, yakni lailatul qadar. Malam lailatul qadar adalah malam seribu bulan. Maksudnya, jika kita lakukan ibadah atau mengaji kitab suci Al-Quran pada malam lailatul qadar tersebut, maka nilai pahalanya adalah seribu bulan. Lantaran nilai pahala yang setara dengan 83 tahun itulah banyak umat islam memburu lailatul qadar. Caranya, dengan banyak melaksanakan itikaf di masjid dan meningkatkan ibadah di 10 hari terakhir terutama tanggal ganjil.

Lalu, bagaimana tanda atau ciri malam Lailatul qadar itu? Peristiwa datangnya lailatul qadar sendiri dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al Qadr ayat 1-5. Allah SWT berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadar, tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5).

Selain itu, dalam surat Ad Dukhan ayat 3-6, Allah SWT juga menerangkan keagungan malam lailatul qadar ini. Yang artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Ad Dukhan: 3-6).

Menurut tafsir Kementerian Agama (Kemenag), malam yang diberkahi sebagaimana dimaksud pada ayat di atas adalah malam lailatul qadar. Pada malam ini Dia telah menurunkan Al-Qur’an pertama kali dari Lauhul-Mahfuz ke langit dunia.

Sejumlah sumber menyebut malam lailatul qadar turun pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Pendapat ini didasarkan atas hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berasal dari Aisyah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda; “Carilah malam lailatul qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim).

Tanda-tanda malam lailatul qadar sendiri persisnya tidak ada yang tahu kapan malam lailatul qadar akan datang kecuali Allah SWT. Meski demikian, tanda-tanda malam penuh keberkahan ini dapat dilihat berdasarkan sejumlah hadits yang ada.

Berikut tanda-tanda malam lailatul qadar berdasar penelusuran dari sejumlah sumber terpercaya :

Pertama adalah udara dan suasana yang tenang. Salah satu tanda lailatul qadar adalah udara dan suasana terasa tenang. Pendapat ini merujuk pada hadits yang bersumber dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”

Ketenangan malam lailatul qadar ini juga dijelaskan dalam hadits At Thabrani dalam Al-Mu’jam Al Kabir jilid 22 dengan sanad hasan. “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).”

Kedua cahaya mentari redup. Dalam hadits lain, ciri-ciri malam Lailatulqadar adalah bila ada cahaya matahari lemah, cerah tak bersinar kuat esok harinya. Pendapat ini didasarkan atas hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab RA, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Keesokan hari malam qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.” (HR. Muslim).

Ketiga merasakan lezatnya ibadah. Ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa tanda malam lailatul qadar adalah apabila orang-orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati, dan kenikmatan dalam bermunajat kepada Allah SWT, tidak seperti malam-malam lainnya.

Pada malam lailatul qadar, para malaikat akan turun dan menjadikan orang yang mendapatkannya selalu mengarah kepada kebaikan karena adanya bimbingan dari malaikat. Meski demikian, tanda malam lailatul qadar ini bukan sesuatu yang pasti dan dapat dirasakan oleh semua orang yang menghidupkan malam penuh berkah tersebut. (HS/berbagai sumber)

 

Kabar Nusantara Online