by

Anak Dirudapaksa, Pelaku Malah Polisikan Orangtua

Jombang, – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih itulah peribahasa yang pas disematkan kepada sebut saja Surip, warga Karangdagangan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kecamatan Jombang, Jawa Timur. Ya, nasib sial yang ia alami kian bertambah setelah pelaku rudapaksa putrinya malah melaporkan Surip ke Polisi. Sementara putrinya WTR (14) yang masih sekolah ini adalah korban rudapaksa pelaku yang mempolisikan orangtua WTR.

Lantaran hal itu, orang tua korban yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum LBH, Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) Imam Ghozali SH,MH mendatangi Kantor Kepolisian Resort (Polres) Jombang untuk membuat pelaporan aduan dugaan rudapaksa yang dialami putrinya.

“Kronologi awal kejadian berdasarkan keterangan korban, pada Minggu (3/10/2021) korban dibawa oleh pelaku bernama SWNR (16) warga asal Desa Sumbermulyo ke suatu tempat. Pelaku juga mengajak 2 orang temannya yaitu RRP (14) dan RS (17). Sekira pukul 23.00 – 01.00 WIB, korban mendapat perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh SWNR,” ujar Imam Ghozali, SH, MH, Senin (25/10/2021)

Keesokan harinya lanjut dia, korban diantar pulang oleh pelaku dengan menggunakan motor. Selepas itu, setelah korban sampai rumah kemudian korban bercerita kepada orang tuanya tentang kejadian yang sudah dialaminya. Mengetahui hal itu, orang tua korban dengan dibantu pemuda desa setempat menangkap pelaku beserta dua orang temannya dan dibawa menuju balai desa untuk dilakukan mediasi.

Dari hasil mediasi menyebutkan bahwa, antara pihak korban dan pihak pelaku sepakat untuk berdamai dengan syarat pihak pelaku memberikan uang sebesar Enam puluh juta rupiah kepada pihak korban atau keluarga yang dirugikan sebagai bentuk toleransi.

Selang beberapa hari setelah mediasi, orang tua korban tiba – tiba dipanggil Unit PPA, Polres Jombang dengan keterangan sebagai Saksi penganiayaan atas pelaku (SWNR). Padahal menurut keterangan orang tua korban, pelaku tidak dianiaya oleh warga melainkan hanya melakukan mediasi di balai desa.

Orang tua korban yang geram pada saat itu dikarenakan atas pemanggilan yang dilakukan Polres PPA, akhirnya orang tua korban memutuskan untuk juga melaporkan kejadian pemerkosaan yang dialami putrinya tersebut.

(Ndi/korankabarnusantara.co.id)

Disclaimer, seluruh isi atau content dalam artikel diatas hanyalah informasi yang tidak bermaksud untuk menginspirasi atau mendiskreditkan seseorang atau sekelompok orang.

Kabar Nusantara Online