by

Acara Tradisi Adat Ngarot Di Desa Tamansari Meriah

-Budaya-257 views

Indramayu, KN

Lagi, Desa Tamansari Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu menggelar upacara adat Ngarot menyambut musim tanam, Rabu (04/12/2019).
Ribuan masyarakat tumpah ruah di halaman Balai Desa Tamansari untuk menyaksikan prosesi Adat Ngarot yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Tamansari.

Tradisi Adat Ngarot merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat, berkah dan rezeki yang diberikan pada petani.

Tradisi Ngarot menjadi salah satu ikon budaya di Kabupaten Indramayu.

Dalam masyarakat berkultur agraris seperti Desa Tamansari, Adat Ngarot merupakan suatu tradisi untuk memulai masa bercocok tanam di sawah pada musim penghujan (rendeng).

Tokoh masyakat Desa Tamansari Sarwita, mengatakan, Tradisi Ngarot ini masih tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Panitia Eryanda bahwa, Prosesi Adat Ngarot berjalan cukup lancar hingga akhir acara.

“Masyarakat Desa Tamansari melakukan Tradisi Adat Ngarot, sebagai tanda dimulainya masa menanam padi secara serentak,” kata Eryanda

Pihaknya akan terus merawat, memelihara, dan meneruskan tradisi Adat Ngarot ini sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Kuwu desa Tamansari H. Sukarja mengatakan, Selain melestarikan adat desa yang sudah dilakukan oleh turun temurun, Sukarja berharap dengan adat Ngarot itulah Desa Tamansari bisa menjadi desa wisata. Namun hal tersebut harus didukung dengan pembenahan pada semua aspek,” ujar Sukarja.

Camat Lelea Hatta Dirja SSTP mengatakan, tradisi pesta adat Ngarot pelestarian budaya sebagai wujud penghargaan dan penghormatan kepada para leluhur,” ujar Hatta.

“Tentu ini menjadi kebanggaan kita semua bahwa adat ngarot juga destinasi wisata daerah dan nasional,” kata dia.

Pantauan KN bahwa adat ngarot dimulai dengan pawai puluhan gadis yang bermahkotakan bunga di kepalanya serta para jejaka yang berselipkan sebuah keris.

Dipimpin oleh sang Kepala Desa Tamansari , gadis Ngarot mengelilingi batas-batas desa diiringi para jajaka desa di belakangnya.

Setelah menyusuri batas-batas desa, barulah gadis dan jajaka desa itu berkumpul di balai desa untuk mendengarkan wejangan atau petuah dari tetua desa.

Di akhir prosesi, diserahkan sarana panca usaha tani seperti bibit padi, kendi berisi air, cangkul dan parang, dan lain-lain secara simbolik, kepada perwakilan gadis dan jajaka Ngarot.

Penyerahan sarana panca usaha tani ini menjadi penanda dimulainya masa menggarap sawah di musim rendeng yang dilakukan secara massal oleh masyarakat Desa Tamansari untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka selama satu tahun ke depan.
Tradisi Adat Ngarot memang identik dengan gadis bermahkotakan bunga. Daya tariknya ada di situ. Konon mitosnya, kalau gadis-gadis yang ikut pawai itu sudah tidak suci lagi, maka bunga yang ada di kepalanya akan layu.
Selain upacara adat Ngarot, juga dimeriahkan hiburan rakyat seperti tari topeng, tari ronggeng, dan lainnya. (idi.s)

Kabar Nusantara Online