Oku,korankabarnusantara,co id
Aktivitas siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Ogan Komering Ulu yang berkeliaran di luar kelas saat jam belajar kembali menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah siswa terlihat nongkrong di warung dan area kebun di belakang sekolah sekitar pukul 09.00 – 10.00 WIB dengan masih membawa tas sekolah, Senin 14/09/26
Bahkan beberapa siswa juga kedapatan merokok. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif, mulai dari perkelahian antar pelajar hingga potensi kecelakaan.
Upaya konfirmasi awak media ke pihak sekolah menemui kendala. Beberapa kali mendatangi SMKN 5 OKU, Kepala Sekolah tidak berada di tempat.

“Kepala sekolah sedang dinas luar pak,” ujar salah seorang guru. Saat ditanya domisili, guru tersebut menyebut “Kalau rumahnya di Palembang pak”.
Keterangan berbeda juga disampaikan oleh sejumlah siswa yang ditemui.
“Guru kelasnya kadang tidak masuk pak,” ucap salah satu murid.
“Kalau tas tidak dibawa sering dikerjain teman, barang-barang suka hilang dicuri,” kata murid lainnya.
Hal senada juga diungkapkan warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya. “Kepala sekolahnya saja jarang hadir atau datang ke kantor,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat meminta kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan untuk kembali melakukan penertiban dan razia pelajar seperti yang dulu pernah dilakukan.
Untuk mendapatkan klarifikasi berimbang, awak media telah melayangkan surat konfirmasi kepada Kepala SMKN 5 OKU terkait 3 hal: kehadiran kepala sekolah dan guru, penyebab siswa berkeliaran saat jam belajar, dan sistem keamanan sekolah. Namun hingga berita ini diturunkan, surat konfirmasi tersebut belum mendapat jawaban.
Besar dugaan, lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor maraknya siswa yang berkeliaran saat jam pelajaran.
Masyarakat berharap instansi terkait tidak tutup mata terhadap persoalan ini. Pihak sekolah juga diharapkan tegas memberikan sanksi dan teguran kepada siswa agar tidak keluar saat jam pelajaran berlangsung.
“Kasihan anak-anaknya sendiri. Kalau dibiarkan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujar salah seorang warga.
*bang ded*














