Garut, korankabarnusantara.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Garut terus memperkuat perannya dalam mengamankan rantai pasok dan stabilitas pangan daerah. Langkah konkret ini diwujudkan oleh Polsek Banjarwangi yang mengawal serta mendampingi langsung proses hilirisasi dan penyerapan hasil panen raya jagung Kuartal II Tahun 2026 untuk disalurkan ke Perum Bulog Subdivre Garut, Jumat (05/06/2026).
Operasi pendampingan agrobisnis ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Banjarwangi, IPDA Ipar Suparlan, S.E., dengan melibatkan personel bhabinkamtibmas serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Banjarwangi.
Dalam skema penyerapan kali ini, sebanyak 2.500 kilogram (2,5 ton) jagung pipilan kering berhasil dipasok ke otoritas Bulog Kabupaten Garut. Komoditas pangan tersebut kini telah dialokasikan dan disimpan secara aman di Gudang Bulog Mandala 525, Jalan Jenderal Sudirman, Garut, sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah (CPP).
Logistik jagung melimpah ini merupakan hasil produksi dari sirkulasi Panen Raya Serentak Kuartal II di atas lahan ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes Jaya Mandiri Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi.
“Komoditas yang diserap ini dipanen dari total hamparan lahan seluas 1 hektare. Distribusi 2,5 ton ke Bulog hari ini merupakan hasil panen tahap pertama yang dioptimalkan dari kluster lahan seluas 0,5 hektare. Ini adalah bukti valid bahwa sinergi di tingkat desa mampu menyuplai kebutuhan makro,” urai IPDA Ipar Suparlan.
Kapolsek Banjarwangi menegaskan bahwa keterlibatan aktif fungsionaris Polri dalam sektor pertanian bukan sekadar seremonial, melainkan intervensi taktis guna memastikan kebijakan swasembada pangan nasional berjalan presisi di tingkat tapak.
Melalui skema serap gabah/jagung (sergap) langsung oleh Bulog, pemda dan kepolisian berhasil memotong rantai spekulan atau tengkulak, sehingga petani mendapatkan kepastian harga beli (floor price) yang layak sesuai ketetapan pemerintah.
Sinergi solid antara struktur Polri, PPL Pertanian, pengurus BUMDes, serta kelompok tani (poktan) lokal diharapkan mampu menstimulasi produktivitas lahan tidur di kawasan Banjarwangi pada musim tanam berikutnya.
Proses bongkar muat dan pengondisian logistik di Gudang Bulog Mandala 525 berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, menandai keberhasilan kolaborasi lintas sektoral dalam menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Garut.
(Risa)













