Garut, korankabarnusantara.co.id – Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, S.I.K., M.A.P. mendampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. dalam kunjungan kerja meninjau kesiapan Jalur Pansela Garut Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kamis sore (5/2/2026).
Peninjauan yang berpusat di Sat Polairud Kecamatan Cikelet ini bertujuan memastikan keamanan arus mudik dan jalur wisata di wilayah selatan Garut menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kapolres Garut memaparkan bahwa wilayah selatan Garut, termasuk Pantai Santolo, Sayang Heulang, dan Rancabuaya, diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Garut telah menyiapkan skema pengamanan terpadu.
Rencana pendirian pos di sepanjang jalur selatan meliputi:
-
1 Pos Pengamanan Utama.
-
4 Pos Pelayanan/Pos Aju Wisata.
-
4 Pos Aju Wilayah.
-
5 Titik Pengaturan Lalu Lintas strategis guna mengurai kemacetan.
Dalam arahannya, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menekankan agar penempatan pos harus benar-benar menyentuh titik rawan kecelakaan dan kemacetan. Selain lalu lintas darat, pengamanan kawasan pantai menjadi perhatian khusus.
“Kehadiran Polri harus dirasakan langsung manfaatnya. Patroli rutin, pemasangan rambu peringatan, serta kesiapan personel SAR dengan dukungan jetski harus dimaksimalkan untuk meminimalisir kecelakaan laut,” tegas Kapolda Jabar.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh unsur TNI, Forkopincam, dan perwakilan nelayan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, Kapolda Jabar turut menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada para nelayan di wilayah Cikelet.
Dengan pengecekan dini pada Jalur Pansela Garut Operasi Ketupat Lodaya 2026, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dan wisata dengan aman, nyaman, dan selamat.
(Risa)













