Kabar Polisi

Gerak Cepat TNI-Polri dan Ratusan Warga Evakuasi Longsor Tebing 100 Meter di Gunung Papandayan

38
×

Gerak Cepat TNI-Polri dan Ratusan Warga Evakuasi Longsor Tebing 100 Meter di Gunung Papandayan

Sebarkan artikel ini

Garut, korankabarnusantara.co.id – Jalur pendakian menuju Hutan Mati di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan tertutup material longsor hebat. Merespons hal tersebut, Polsek Cisurupan Polres Garut bersama personel TNI, pengelola kawasan, dan ratusan warga bahu-membahu melakukan evakuasi material longsor pada Jumat (9/1/2026).

Bencana longsor ini dilaporkan terjadi pada Kamis sore (8/1) sekitar pukul 15.30 WIB, dipicu oleh intensitas hujan dan kondisi tebing yang labil.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, titik longsor berada di jalur pendakian strategis, tepatnya di Pos 7. Skala longsoran tergolong besar dengan rincian sebagai berikut:

  • Ketinggian Tebing: Kurang lebih 100 meter.

  • Cakupan Longsor: Material berupa tanah dan bongkahan batu menutup jalur pendakian seluas 100 meter persegi.

  • Dampak: Akses utama wisatawan menuju kawasan Hutan Mati sempat terputus total.

Kapolsek Cisurupan AKP Masrokan, S.E., menyatakan bahwa pembersihan jalur dilakukan secara manual dan gotong royong untuk mempercepat pemulihan akses wisata.

“Kami mengerahkan personel untuk bergabung dengan Koramil 1115 Cisurupan, petugas KSDA Wilayah V, serta pihak pengelola PT Asri Indah Lestari (AIL). Sebanyak 100 orang warga masyarakat juga turut terjun langsung membantu evakuasi ini,” ungkap AKP Masrokan.

Kehadiran petugas di lokasi tidak hanya untuk pembersihan, tetapi juga memastikan keamanan para pendaki yang masih berada di kawasan TWA agar tetap terkoordinasi dengan baik.

Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan tegas bagi para pengunjung dan pendaki:

  1. Meningkatkan Kewaspadaan: Selalu memantau kondisi cuaca sebelum melakukan pendakian.

  2. Patuhi Arahan Petugas: Tidak memaksakan diri melewati jalur yang masih dalam tahap sterilisasi.

  3. Waspada Longsor Susulan: Mengingat ketinggian tebing, potensi pergerakan tanah susulan masih sangat mungkin terjadi.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan rasa aman. Kami berupaya agar akses jalur pendakian segera pulih, namun keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material masih terus berlangsung. Situasi di sekitar kawasan Kawah Papandayan tetap dalam pemantauan ketat petugas gabungan.

(Risa)