Kabar Polisi

Tragedi Udara di Pangandaran: Dua Atlet Terjun Payung Asal Bandung Meninggal Dunia Usai Jatuh ke Laut

63
×

Tragedi Udara di Pangandaran: Dua Atlet Terjun Payung Asal Bandung Meninggal Dunia Usai Jatuh ke Laut

Sebarkan artikel ini

Pangandaran, korankabarnusantara.co.id – Kabar duka menyelimuti dunia olahraga dirgantara tanah air. Sebuah kegiatan terjun payung di Kabupaten Pangandaran berakhir tragis setelah lima orang atlet mengalami kendala udara yang menyebabkan dua di antaranya gugur setelah terjatuh ke perairan laut Bojongsalawe, Selasa (30/12/2025).

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 11.40 WIB, diduga akibat perubahan cuaca dan arah angin yang mendadak di area pendaratan.

Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha. Pesawat lepas landas dari Bandara Nusawiru pada pukul 10.15 WIB dengan membawa lima orang penerjun berpengalaman.

Masalah muncul saat para atlet berada di ketinggian kurang lebih 10.000 kaki. Terjadi perubahan arah angin yang sangat signifikan, menyebabkan para penerjun kehilangan kendali atas arah pendaratan mereka.

Akibat gangguan angin tersebut, para atlet terpisah saat proses pendaratan:

  • Tiga Atlet Selamat: Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni berhasil melakukan pendaratan darurat di bibir Pantai Bojongsalawe. Ketiganya telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.

  • Dua Atlet Gugur: Rusli dan Widiasih, atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung, jatuh ke perairan laut. Rusli ditemukan pertama kali dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam, disusul Widiasih yang ditemukan meninggal dunia setelah proses pencarian oleh tim gabungan.

Segera setelah laporan masuk, jajaran Polres Pangandaran bersama Basarnas, Sat Polairud, TNI AL, dan instansi terkait melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi di lokasi kejadian.

“Kami berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk penanganan cepat di lokasi, termasuk mengevakuasi korban dan melakukan pengamanan area pendaratan,” ujar AKBP Dr. Andri Kurniawan.

Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan memastikan standar keselamatan, Polres Pangandaran secara resmi menghentikan sementara seluruh kegiatan terjun payung di wilayah tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau keras kepada penyelenggara olahraga ekstrem agar selalu memperhatikan faktor cuaca secara mendalam dan berkoordinasi ketat dengan aparat keamanan sebelum memulai kegiatan.

Segenap jajaran kepolisian dan pemerintah daerah Pangandaran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan komunitas terjun payung Indonesia atas musibah ini.

(Sarman