Kabar Polisi

Arus Kendaraan Menuju Garut Meningkat, Polisi Berlakukan One Way di Jalur Leles–Tarogong

51
×

Arus Kendaraan Menuju Garut Meningkat, Polisi Berlakukan One Way di Jalur Leles–Tarogong

Sebarkan artikel ini

Garut, korankabarnusantara.co.id – Lonjakan volume kendaraan mulai terlihat di jalur utama Kabupaten Garut pada akhir pekan pasca-Natal. Guna mengantisipasi kemacetan panjang, Polres Garut melalui Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di jalur Leles–Tarogong, Sabtu (27/12/2025) pagi.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pengamanan Operasi Lilin Lodaya 2025 untuk memastikan kelancaran arus wisata dan mobilitas masyarakat yang menuju arah Garut Kota maupun destinasi wisata lainnya.

Penerapan one way dilakukan secara situasional untuk menarik arus kendaraan dari arah Bandung menuju Garut. Petugas mulai memberlakukan sistem ini pada pukul 09.05 WIB hingga 09.25 WIB.

  • Titik Pending: Simpang Empat (SP4) Gobing.

  • Durasi: 20 menit (penarikan arus dari Bandung ke Garut).

Kasat Lantas Polres Garut, IPTU Aang Andi Suhandi, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terpantau signifikan sejak pagi hari, sehingga diperlukan tindakan diskresi kepolisian di lapangan.

“Rekayasa lalu lintas one way ini merupakan langkah antisipasi kami terhadap peningkatan volume kendaraan. Tujuannya jelas, yakni mengurai kepadatan agar arus lalu lintas tetap lancar, aman, dan terkendali bagi seluruh pengguna jalan,” ujar IPTU Aang Andi Suhandi.

Selama proses one way berlangsung, puluhan personel Sat Lantas Polres Garut disiagakan di sepanjang jalur Leles hingga Tarogong. Mereka bertugas mengatur titik-titik penyempitan jalan (bottleneck) serta memberikan imbauan langsung kepada para pengendara agar tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada para pengendara yang melintasi jalur Garut untuk:

  • Tetap Waspada: Selalu menjaga jarak aman antar kendaraan terutama saat sistem one way baru dibuka atau ditutup.

  • Patuhi Aturan: Tidak menyerobot jalur saat terjadi antrean kendaraan.

  • Kesiapan Kendaraan: Memastikan kondisi rem dan mesin dalam keadaan prima mengingat karakteristik jalur Leles yang memiliki kontur jalan bervariasi.

“Kami minta para pengguna jalan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan. Petugas kami akan terus bersiaga di lapangan selama 24 jam untuk melayani masyarakat,” pungkas Kasat Lantas.

(Risa)